Media pemerintah China, Xinhua, pada Jumat (30/10) melaporkan drone Gongji melakukan tes tersebut menggunakan kapal serbu amfibi tipe 076, yang disebut Sichuan.
"Gongji 21 yang mampu melakukan pengintaian dan serangan baru-baru ini berhasil melakukan lepas landas dan pendaratan pertamanya di atas Kapal Sichuan," demikian laporan Xinhua mengutip sumber Angkatan Laut China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gongji 21 adalah drone siluman yang menggunakan turbofan. Menurut berbagai sumber batang peluncur memungkinkan drone bergerak lebih cepat karena dorongan ketapel elektromagnetik.
Sementara kait penahan (arresting hook) memungkinkan drone menangkap kabel penahan yang membentang di dek kapal. Kabel tersebut bakal menahan dan menghentikan laju drone yang kencang dalam waktu singkat agar tak jatuh ke laut.
Sayap drone juga dilipat juga memudahkan penyimpanan dan pemindahan di dek kapal yang areanya terbatas.
Terkait kapal serbu amfibi tipe 076, ini adalah kapal induk drone pertama yang dilengkapi kemampuan pengintaian dan serangan.
Kapal tersebut dibangun pada Desember 2024 dan bisa menampung muatan hingga 40.000 ton.
"Ini menandai terobosan lain dalam pengembangan kapal serbu amfibi negara saya, yang menandakan Angkatan Laut China punya kemampuan untuk meluncurkan dan mendaratkan UAV siluman sayap tetap di platform tempur maritim besar," kata salah satu sumber.
Kapal perang ini menggunakan sistem panduan pendaratan yang sepenuhnya otomatis, sistem tenaga terintegrasi baru, ketapel elektromagnetik, dan alat penahan pendaratan.
Kapal tersebut juga bisa membawa kendaraan drone, helikopter, dan peralatan amfibi.
Sejak memulai uji coba laut pertama pada November 2025, Sichuan secara konsisten melakukan berbagai uji maritim sesuai rencana. Seluruh masalah soal peralatan sudah diperbaiki dan terbukti stabil saat beroperasi di laut.
(isa/bac)

