Hasil pemilihan umum (Pemilu) Israel 27 Oktober lalu tak ada partai pemenang mayoritas.
Bahkan partai koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Likud) juga tidak mencukupi untuk meraih posisi Perdana Menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blok Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi sementara pesaingnya blok Eisenkot Raih Total 48 Kursi. Sementara partai-partai Arab meraih 19 kursi yang diperoleh oleh Joint List (Daftar Gabungan) 11 kursi dan Partai Ra'am 8 kursi. Ini adalah perolehan suara terbanyak dari partai-partai Arab sehingga membuat Netanyahu jengkel.
Namun, di tengah kondisi politik yang belum stabil, Ketua Komite Pemilihan Pusat Israel mengatakan pada Minggu (1/11) bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung terkait dugaan pendanaan asing dalam pemilu baru-baru ini di negara itu tidak akan mempertanyakan hasilnya, seraya mencatat bahwa sejauh ini "kecurigaan tetaplah kecurigaan."
Badan keamanan Shin Bet meluncurkan penyelidikan pekan lalu, atas permintaan kepala komisi pemilihan, untuk menentukan apakah partai Arab-Israel Raam menerima uang dari Qatar. Tuduhan yang dibantah baik oleh negara Teluk maupun partai tersebut.
Tuduhan Netanyahu
Sejak saat itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partainya, Likud, tanpa henti menuduh kelompok-kelompok Arab telah "mencuri" pemilu, di mana mereka meraih kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi berperan penting dalam pembentukan pemerintahan yang dipimpin oposisi.
Ketua komite pemilihan dan Hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg, didampingi oleh kepala Shin Bet dan jaksa agung Israel, meyakinkan warga Israel dalam pesan video pada Minggu bahwa "pilihan Anda di kotak suara akan dihormati."
"Pemilihan anggota Knesset ke-26 telah dilaksanakan dengan benar. Jika ada ketidakberesan, saat ini sedang ditinjau," katanya, dikutip dari Arab News.
Dia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan bahwa "kecurigaan tetaplah kecurigaan."
"Kami akan memeriksanya secara menyeluruh dan menggali sampai ke akar permasalahan untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya," lanjutnya.
"Posisi kami adalah bahwa bahkan jika kecurigaan tersebut pada akhirnya terkonfirmasi, hal ini tidak akan mempertanyakan integritas proses pemilu atau hasil keseluruhan pemilu."



