RI Desak Rusia Setop Rekrut WNI Jadi Tentara Asing

ANTARA | CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 11:20 WIB
Gedung Kementerian Luar Negeri.
Indonesia mendesak Rusia agar menghentikan secara efektif dan sesegera mungkin praktik perekrutan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai tentaranya. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mendesak Rusia agar menghentikan secara efektif dan sesegera mungkin praktik perekrutan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai tentaranya untuk membantu invasinya ke Ukraina.

Desakan itu muncul dari Indonesia menyusul laporan sejumlah WNI yang kedapatan bergabung menjadi tentara Rusia. Terbaru, seorang WNI kelahiran Sorong asal Surabaya bahkan tewas tak lama setelah bergabung sebagai tentara Rusia dan dikerahkan ke medan perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan permintaan tersebut telah resmi disampaikan Indonesia kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.

"Pemerintah RI meminta pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apapun," kata Yvonne melalui pesan tertulis kepada ANTARA, Minggu (1/11).

Indonesia juga memberi perhatian khusus terhadap praktik rekrutmen yang terindikasi sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO), katanya.

Menurut Yvonne, pemerintah RI telah meminta agar Indonesia dimasukkan ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia secara resmi melalui jalur apapun. Langkah ini diharapkan dapat dilakukan secara efektif dan sesegera mungkin.

Sementara itu, terkait kabar tewasnya WNI yang diterjunkan militer Rusia di Ukraina, Yvonne memastikan KBRI Moskow masih terus memverifikasi informasi tersebut.

"KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan," kata dia.

Ia memastikan bahwa seluruh proses yang berjalan dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelindungan data pribadi. Dengan demikian, masyarakat diimbau agar tidak berspekulasi terkait persoalan tersebut sebelum hasil verifikasi dapat ditetapkan.

Yvonne pun mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati saat menerima tawaran pekerjaan di luar negeri, antara lain dengan memverifikasi keabsahan tawaran pekerjaan melalui instansi berwenang, tidak tergiur imbalan tak wajar, dan tidak menekan kontrak yang tak dipahami.

Pada 26 Oktober lalu, Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defence Intelligence of Ukraine/DIU) mengumumkan ada seorang WNI lagi yang bernama Taufiq Muhammad tewas di wilayah Donbas, Ukraina, usai menjadi tentara bayaran Rusia.

"Badan Intelijen Pertahanan Ukraina telah mengidentifikasi seorang tentara bayaran asing lainnya yang bertempur bersama pasukan pendudukan Rusia dan tewas di Ukraina - warga negara Indonesia bernama Taufiq Muhammad yang lahir pada 22 Mei 1978 di kota Sorong," tulis DIU.

DIU menyatakan Taufiq sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta dan sebagai manajer di sebuah perusahaan pertanian. Pria yang tinggal di Surabaya tersebut memiliki pengalaman kerja di Amerika Serikat dan fasih berbahasa Inggris.

Menurut DIU, Taufiq pergi ke Rusia karena tergiur dengan iming-iming uang yang ditawarkan untuk suatu pekerjaan. Taufiq tampaknya tak tahu bahwa ia menjadi korban penipuan untuk dijadikan tentara bayaran Rusia.

(bac/rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA