Gugatan Trump ke Wall Street Journal Soal Epstein Ditolak Hakim

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 01:30 WIB
NEW YORK, NY - JULY 08: A protest group called
Gugatan itu terkait dengan pemberitaan bahwa Trump mengirimkan surat ulang tahun yang vulgar kepada pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. (Getty Images via AFP/STEPHANIE KEITH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Presiden Donald Trump terhadap Wall Street Journal dan taipan media Rupert Murdoch ditolak oleh hakim. Murdoch adalah pendiri News Corp., perusahaan pemilik Wall Street Journal.

Gugatan itu terkait dengan pemberitaan bahwa Trump mengirimkan surat ulang tahun yang vulgar kepada pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam putusan pada Sabtu (31/10), Hakim Darrin Gayles menolak gugatan Trump secara permanen. Artinya, Trump tidak dapat mengajukan kembali gugatan yang telah diperbaiki, seperti yang ia lakukan saat Gayles menolak versi awal gugatan tersebut pada April 2026.

Hakim menyatakan, dalam mengajukan tuntutan pencemaran nama baik ini, Trump gagal membuktikan bahwa pihak tergugat "bertindak dengan niat jahat yang nyata".

Trump sebelumnya menuntut ganti rugi sebesar US$10 miliar setelah pada Juli 2025, media itu menerbitkan laporan yang merinci dugaan surat dari Trump kepada Epstein pada 2003, yang disebut memuat gambar seorang perempuan telanjang.

Laporan tersebut memicu sorotan tajam terhadap Trump, baik dari pihak Demokrat maupun dari partainya sendiri, Partai Republik.

Mereka menolak upaya Trump untuk mengecilkan masalah ini dengan menyebutnya sebagai hoaks, serta mendesak agar seluruh berkas hukum terkait Epstein dibuka ke publik.

Tahun lalu, Komite Pengawas DPR AS memublikasikan salinan dugaan surat ulang tahun dari Trump kepada Epstein, yang berisi dialog singkat antara "Donald" dan "Jeffrey."

"Kita memiliki beberapa kesamaan," ujar Donald, yang ditanggapi oleh Jeffrey: "Ya, benar juga, kalau dipikir-pikir."

"Misteri tidak pernah menua, pernahkah kau menyadarinya?" tanya Donald.

"Sebenarnya, hal itu sudah jelas bagiku saat terakhir kali kita bertemu," jawab Jeffrey.

"Memiliki seorang teman adalah hal yang luar biasa. Selamat ulang tahun-semoga setiap hari menjadi rahasia indah lainnya," demikian bunyi akhir catatan tersebut, yang diikuti oleh tanda tangan Trump yang ditempatkan tepat di posisi rambut kemaluan pada gambar sketsa perempuan telanjang tersebut.

AFP menyebut para pendukung Trump telah terobsesi dengan kasus Epstein selama bertahun-tahun dan meyakini bahwa elite "negara dalam negara" melindungi jaringan kejahatan seksual yang melibatkan rekan-rekan Epstein, khususnya di kalangan Partai Demokrat dan Hollywood.

Trump berjuang selama berbulan-bulan mencegah Departemen Kehakiman merilis "Berkas Epstein", tapi pada akhirnya ia menandatangani undang-undang yang disahkan oleh Kongres yang mewajibkan dokumen tersebut dipublikasikan.

Nama Trump muncul berulang kali dalam dokumen-dokumen itu, tetapi ia membantah melakukan kesalahan apa pun dan tidak pernah didakwa atas tindak pidana yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Tokoh-tokoh terkemuka, termasuk mantan pangeran Inggris, Andrew, telah dipermalukan di depan publik karena hubungan mereka dengan Epstein.

Menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November yang akan menentukan kendali atas Kongres, Partai Demokrat dilaporkan telah menghabiskan lebih dari US$35 juta untuk iklan yang berkaitan dengan kasus Epstein.

Dengan mayoritas Partai Republik di DPR dan Senat, Trump sejauh ini hampir tidak menghadapi hambatan politik yang berarti sejak menjabat pada Januari 2025, sehingga pengadilan memegang peran kunci dalam membatasi langkah-langkahnya.

(afp/end)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA