Blok Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu disebut mengalami penurunan perolehan kursi parlemen di pemilu Israel. Menurut exit poll, blok Netanyahu turun dan partai-partai Arab naik.
Sementara itu pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina, Francesca Albanese, meminta Indonesia pikir lagi soal keterlibatannya dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Jumat (30/10).
Hitung Cepat Nyaris 100%, Kursi Blok Netanyahu Turun, Partai Arab Naik
Komite Pusat Pemilihan Israel telah menghitung suara 90,4 persen per Kamis (29/10). Hitung suara itu menunjukkan perolehan kursi parlemen blok Benjamin Netanyahu turun dan partai-partai Arab naik.
Menurut hasil komite, blok Netanyahu meraih 52 kursi dan lawannya Gadi Eisenkot mengantongi 48 kursi dan partai-partai Arab 20 kursi masing-masing Joint List 12 dan Ra'am 8.
Sejumlah pakar menilai pembentukan koalisi akan sangat sulit di pemilu kali ini karena perbedaan nilai dan isu yang ramai beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut kian rumit saat partai Arab dianggap bisa menjadi penentu kunci terutama bagi blok Eisenkot menjadi perdana menteri.
Pelapor Khusus PBB Minta RI Pikir Ulang Gabung Board of Peace
Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Palestina, Francesca Albanese, meminta Indonesia memikirkan kembali keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis (22/10), Albanese mengatakan badan tersebut tidak mewakili suara Palestina karena dibentuk oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Albanese menekankan bahwa secara hukum Israel tidak boleh terlibat dalam penentuan masa depan Palestina.
Seorang pejabat BoP membantah Albanese bahwa Palestina dikecualikan dalam badan ini. Ia menyebut administrasi sipil dan upaya pemulihan Gaza dipimpin oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang terdiri dari para profesional Palestina dari Gaza dan dikepalai oleh mantan pejabat Otoritas Palestina, Ali Shaath.
Kemlu RI sebelumnya telah menegaskan bahwa pasukan Indonesia hanya akan ditugaskan di wilayah Gaza dan tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung.
Kesaksian Penumpang Kapal Pesiar Mewah usai Terdampar di Kamboja
Sejumlah penumpang kapal pesiar Villa Vie Odyssey ramai-ramai mengeluh usai kapal mereka terdampar di Kamboja gegara tak mampu membeli bahan bakar.
Steve Skulnich, salah satu penumpang kapal, mengatakan kepada Channel News Asia (CNA) bahwa ia dan para penumpang lain diminta turun dari kapal karena operator tidak memiliki dana untuk membeli bahan bakar.
Lebih dari 200 penumpang Villa Vie Odyssey terdampar di kota pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa (27/10) setelah perusahaan menangguhkan perjalanan karena tak sanggup membeli bahan bakar.
Villa Vie Residences, operator kapal yang berbasis di Amerika Serikat (AS), terang-terangan menyatakan kenaikan harga bahan bakar yang "luar biasa" buntut perang AS vs Iran membuat perusahaan kesulitan mempertahankan operasional. Biaya bahan bakar bulanan per kabin di sejumlah wilayah Asia dilaporkan melonjak dari US$1.800 menjadi US$8.000.
(tim)


