Israel menggelar pemilihan umum hari ini, Selasa (27/10), yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Pemilu ini menjadi sorotan karena berlangsung ketika Israel terus dikritik hingga kehilangan dukungan dari negara-negara Barat imbas agresi brutalnya ke Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel juga tengah bergulat dalam polarisasi yang semakin dalam terkait kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pemilihan umum Israel kali ini juga dinilai menentukan nasib warga Palestina yang terus menerima penindasan dan penjajahan hingga dugaan pembersihan etnis selama Netanyahu memimpin.
Banyak pihak berharap hasil pemilu Israel kali ini bisa memenangkan pemimpin yang dapat mengurangi kekerasan yang dialami warga Palestina baik itu di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Namun, apakah warga Palestina punya suara untuk ikut memilih dalam pemilu Israel?
Sekitar 7,3 juta orang di Israel memiliki hak untuk memberikan suara dalam pemilu hari ini,termasuk 1,2 juta warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel atau biasa disebut warga Arab Israel.
Warga Arab Israel merupakan keturunan Palestina yang selamat dalam perang Arab-Israel pada 1948. Perang itu menjadi awal mula pembentukan Israel sebagai sebuah negara. Lebih dari 700 ribu warga Palestina terusir dari wilayah mereka yang kini diduduki Israel.
Mereka yang pergi kemudian menetap di sebelah perbatasan Israel di Tepi Barat dan Gaza, maupun di kamp-kamp pengungsi di sekitarnya.
Sedangkan yang bertahan di Israel menamakan diri mereka sebagai orang Arab Israel atau orang Palestina Israel. Mereka yang telah menetap di Israel pun mendapat kewarganegaraan Israel dan otomatis memiliki hak sebagai warga negara Zionis tersebut.
Namun, sekitar tiga juta warga Palestina dewasa yang tinggal di wilayah Palestina seperti Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur yang diduduki tidak memiliki hak suara dalam pemilu hari ini meski mereka berada dalam pendudukan Israel.
Dikutip Al Jazeera, militer Israel menyatakan bahwa seluruh perlintasan darat antara wilayah Israel dan Tepi Barat Palestina akan ditutup selama pemungutan suara berlangsung hari ini.
Sebagian besar warga Israel yang tinggal di luar negeri juga tidak dapat memberikan suara karena Israel tidak menyediakan sistem pemungutan suara jarak jauh secara umum. Para pemilih diwajibkan berada secara fisik di Israel pada hari pemungutan suara.
Namun, pengecualian berlaku bagi para diplomat dan utusan negara, yang memberikan suara di perwakilan diplomatik Israel pada 20 Oktober.
(rds)


