Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membanggakan dukungan yang dia terima dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjelang pemilu Israel yang digelar hari ini (27/10).
Netanyahu mengisyaratkan bahwa AS-Israel dapat melanjutkan perang melawan Iran, jika dia terpilih kembali sebagai perdana menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden AS Donald Trump telah menunjukkan persahabatan yang belum pernah ada sebelumnya antara seorang PM Israel dan seorang presiden AS," kata Netanyahu dalam sebuah tayangan televisi pada Minggu (25/10).
"Rasanya sulit membayangkan kita akan memiliki presiden yang begitu bersahabat lagi di masa depan. Ia masih memiliki masa jabatan dua tahun lagi, dan ia meminta Anda untuk memilih saya," imbuhnya, seperti dikutip Reuters.
Dia juga mengeklaim Trump bersedia mengambil tindakan "yang pada akhirnya akan benar-benar melenyapkan Iran", namun hal itu hanya mungkin terjadi jika Netanyahu tetap memegang kekuasaan.
"Saya telah menginstruksikan Mossad (badan intelijen Israel) dan militer IDF untuk menjatuhkan rezim ini, karena itulah satu-satunya cara untuk mengakhiri ancaman tersebut," ungkapnya.
Sementara itu dalam sebuah cuitan di media sosial, Trump juga berbicara soal dukungan terhadap Netanyahu. "Pilihlah Bibi Netanyahu sebagai Perdana Menteri; kita harus menyelesaikan tugas yang telah kita mulai," kata Trump.
Saat dimintai keterangan soal pernyataan Netanyahu, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kondisi di Iran saat ini sangat buruk, baik secara ekonomi maupun militer. Blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya di Selat Hormuz.
"AS tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilihan paruh waktu (3 November)," kata Kelly.
Trump pertama kali memberikan dukungan kepada Netanyahu dalam pemilu pada 18 Oktober lalu. Namun dia memberi jawaban berbeda saat ditanya wartawan apakah Netanyahu sempat meminta dukungan tersebut.
"Saya tidak pernah membicarakannya. Saya memberikan kedua dukungan tersebut. Menurut saya, dia telah menunjukkan tugasnya dengan sangat baik sebagai perdana menteri di tengah kondisi yang penuh tantangan," kata Trump.
(dna)
