Trump Cap Norwegia Negara Brengsek Gegara Tak Dapat Hadiah Nobel

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 20:25 WIB
(FILES) US President Donald Trump attends a Cabinet Meeting in the Cabinet Room of the White House in Washington, DC on December 2, 2025. Trump blamed aspirin for large bruises on his hand and denied falling asleep while attending public meetings in
Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras dengan menyebut Norwegia sebagai "shit house country" lantaran dirinya tak dapat Hadiah Nobel Perdamaian. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Norwegia lantaran dirinya tidak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian.

Saat menghadiri kampanye di Port Huron, Michigan, jelang pemilu paruh waktu AS, Trump menyebut Norwegia sebagai "shit house country" atau "negara brengsek". Ia bahkan mengatakan imigran asal Norwegia tidak diterima di Amerika Serikat karena Komite Nobel Norwegia tidak memberinya Hadiah Nobel Perdamaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus terang, Norwegia menyebalkan. Norwegia benar-benar telah menjadi negara brengsek," kata Trump dalam pidatonya pada Minggu (25/10).

Sejak kembali berkuasa di Gedung Putih pada Januari 2025, Trump blak-blakan mengutarakan keinginannya mendapat Hadiah Nobel Perdamaian.

Tahun ini, penghargaan itu diberikan kepada Navi Pillay, seorang hakim asal Afrika Selatan yang pernah menjabat sebagai kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Trump menyebut pilihan Komite Nobel Norwegia yang menganugerahkan penghargaan bergengsi tersebut sebagai "keputusan yang memalukan dan mencoreng reputasi". Ia berpendapat bahwa penghargaan itu seharusnya diberikan kepadanya.

Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa ia akan menyambut imigran dari negara-negara tertentu, tetapi tidak dari Norwegia.

"Karena saya tidak mendapatkan Hadiah Nobel," papar Trump.

"Jadi, saya tidak menginginkan siapa pun dari Norwegia," ujarnya dalam kampanye jelang pemilihan paruh waktu AS yang krusial pada 3 November mendatang.

Hingga kini, belum ada indikasi resmi mengenai kebijakan baru AS yang secara khusus menyasar imigran asal Norwegia.

Sementara itu, dikutip AFP, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide buka suara soal komentar Trump mengenai Hadiah Nobel tersebut.

Eide menegaskan bahwa komite tersebut bersifat independen.

"Ia (Trump) sangat memahami bahwa Komite Nobel bersifat independen. Kami telah mengingatkannya akan hal itu, jika ada yang masih bertanya-tanya, dan prinsip tersebut tetap berlaku hingga sekarang," kata Eide kepada penyiar nasional NRK.

(rds)
placeholder