Produsen biskuit legendaris, Lee Biscuits, yang telah berdiri selama 92 tahun dan dikenal luas dengan produk biskuit marie, akan menghentikan seluruh kegiatan produksi serta menutup pabriknya di Pontian, Johor, Malaysia, pada akhir Oktober ini.
Berdasarkan laporan The Straits Times, Minggu (25/10), penutupan pabrik merupakan bagian dari restrukturisasi grup induk Lee Biscuits. Grup tersebut dilaporkan akan keluar dari bisnis manufaktur makanan ringan untuk mengonsolidasikan aset dan berfokus pada bisnis inti, termasuk perkebunan karet dan kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasok dan pelanggan Lee Biscuits mulai menerima pemberitahuan penghentian produksi sejak September lalu. Penutupan pabrik juga akan berdampak pada para pekerjanya.
Media Malaysia lain, China Press, melaporkan sekitar 300 karyawan Lee Biscuits masih akan bekerja hingga akhir Oktober. Fokus utama karyawan itu adalah membersihkan dan menangani pekerjaan terkait di area pabrik.
Manajemen senior pabrik Lee Biscuits mengatakan perusahaan telah menggelar penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir setelah memutuskan menghentikan operasional. Seluruh persediaan biskuit dilaporkan telah terjual habis.
Situs resmi Lee Biscuits sudah tidak dapat diakses. Sementara halaman media sosialnya juga tidak tersedia.
Lee Biscuits sendiri didirikan oleh pengusaha sekaligus filantropis Lee Kong Chian. Merek ini dikenal melalui sejumlah produk, antara lain biskuit marie, biskuit asin atau saltine crackers, biskuit berlapis gula warna-warni atau iced gem, serta biskuit sandwich lemon.
Lee Biscuits didirikan di Singapura pada 1934. Lee Biscuits beroperasi di Singapura selama 21 tahun, sebelum pindah ke Malaysia pada 1955, dengan tujuan memanfaatkan rantai pasok pertanian serta ruang industri yang tersedia di Malaysia.
Kegiatan produksi Lee Biscuits sempat dipindahkan ke Tampoi, Johor Bahru, sebelum akhirnya berlokasi di Pontian pada 2005.
Penutupan pabrik Lee Biscuits bukan kali pertama grup induknya menghentikan bisnis manufaktur makanan. Pada 2023, grup tersebut menutup pabrik pengalengan nanas yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Skudai, seiring pergeseran fokus ke budidaya kelapa sawit.
(tim/har)

