Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi kota perbatasan Dandong, China, dengan melintasi jembatan baru yang menghubungkan kedua negara, pada Sabtu (24/10).
Kunjungan ini menjadi sinyal menguatnya hubungan ekonomi Pyongyang dan Beijing setelah bertahun-tahun menghadapi hambatan perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari CNN, Kim tiba di Dandong melalui Jembatan Baru Sungai Yalu yang menghubungkan Korea Utara dan China.
Dalam kunjungan tersebut, Kim didampingi Wang Huning, pejabat tertinggi keempat di China. Wang juga menyampaikan salam dari Presiden China Xi Jinping kepada Kim.
Kunjungan itu berlangsung setelah kedua negara resmi membuka Jembatan Baru Sungai Yalu pada bulan ini. Jembatan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut menjadi salah satu jalur perbatasan darat terpenting antara China dan Korea Utara.
Infrastruktur itu diharapkan dapat memperlancar distribusi berbagai kebutuhan Korea Utara, mulai dari peralatan berat dan bahan baku hingga produk energi.
Pembukaannya juga menjadi bagian dari upaya kedua negara menghidupkan kembali perdagangan setelah bertahun-tahun terganggu ketegangan hubungan dan pandemi Covid-19.
Pakar Korea dari Universitas Leiden di Belanda, Christopher Green, menilai keputusan Kim melintasi jembatan tersebut memiliki makna simbolis bagi hubungan kedua negara.
"Kim telah memberikan restunya terhadap perdagangan bilateral dengan melintasi Jembatan Baru Sungai Yalu untuk memasuki China," kata Green.
Ia menilai penundaan pembukaan jembatan sebelumnya mencerminkan hubungan kedua negara yang sempat mengalami banyak hambatan.
Dalam pertemuan pada Sabtu, Wang mengatakan China siap memanfaatkan pembukaan jembatan untuk memperluas pertukaran masyarakat serta kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Korea Utara, menurut Xinhua.
Pakar hubungan China-Korea Utara dari Akademi Ilmu Sosial Liaoning, Lu Chao, juga menilai kunjungan Kim sejalan dengan upaya mempererat hubungan ekonomi dan meningkatkan pertukaran pejabat tinggi kedua negara.
Menurut Lu, beroperasinya jembatan tersebut telah mengatasi salah satu hambatan utama dalam logistik perdagangan bilateral. Kondisi itu diperkirakan dapat mendorong peningkatan perdagangan kedua negara.
Kim Jong Un ziarah ke monumen Perang Korea
Selain mengunjungi jembatan, Kim Jong Un juga mendatangi monumen peringatan Perang Korea di Dandong. Ia memberikan penghormatan kepada para tentara Tentara Relawan Rakyat China yang bertempur bersama Korea Utara dalam perang pada 1950-1953.
Kim Jong Un pun mengunjungi sebuah pabrik otomotif di Dandong. Rekaman yang disiarkan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, memperlihatkan Kim berjalan melintasi jembatan yang dipenuhi orang-orang yang mengibarkan bendera ke arah Korea Utara.
China selama ini menjadi pendukung ekonomi dan diplomatik utama Korea Utara serta menyumbang sebagian besar perdagangan resmi negara tersebut. Beijing dan Pyongyang juga memiliki sejarah hubungan militer sejak Perang Korea pada 1950-1953.
Kim terakhir kali diketahui mengunjungi China pada September 2025 untuk menghadiri peringatan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Dunia II di Beijing. Dalam kunjungan itu, ia bertemu dengan Xi Jinping. Sementara itu, Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada Juni lalu.
Trump berharap bisa bertemu Kim Jong Un
Di tengah menghangatnya hubungan Pyongyang dan Beijing, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih berupaya membuka kembali perundingan dengan Korea Utara.
Namun, pejabat AS dan Korea Selatan menilai peluang pertemuan Trump dan Kim pada tahun ini semakin kecil.
China dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) bulan depan di Shenzhen. Trump diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut.
(anm/bac)


