Pertama Kali, Prancis dan Inggris Gelar Simulasi Serangan Nuklir

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Okt 2026 08:21 WIB
An Eurofighter Typhoon, twin-engine jet fighter from the Austrian Air Force (Bundesheer) is seen in the sky over Kitzbuehel during an air performance on January 26, 2013.     AFP PHOTO / ALEXANDER KLEIN (Photo by ALEXANDER KLEIN / AFP)
Ilustrasi. Angkatan Udara Prancis dan Inggris untuk pertama kalinya menggelar latihan gabungan yang menyimulasikan serangan nuklir. AFP/ALEXANDER KLEIN
Jakarta, CNN Indonesia --

Angkatan Udara Prancis dan Inggris untuk pertama kalinya menggelar latihan gabungan yang menyimulasikan serangan nuklir.

Latihan dengan nama sandi "Rummy" tersebut digelar pada Selasa (20/10) di atas Laut Mediterania dengan melibatkan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF) dan pesawat Rafale milik Prancis.

Kementerian Pertahanan kedua negara pada Jumat (23/10) menyatakan latihan ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur keamanan dan tidak melibatkan senjata nuklir sungguhan. Tujuannya untuk meningkatkan koordinasi antara dua kekuatan nuklir di Eropa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan nuklir ini berlangsung di tengah ketegangan yang masih tinggi antara negara-negara anggota NATO dan Rusia menyusul perang Rusia vs Ukraina yang telah berlangsung selama empat setengah tahun.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menawarkan perlindungan nuklir kepada sekutu-sekutunya di Eropa, mengingat Prancis merupakan satu-satunya kekuatan nuklir di Uni Eropa sejak Brexit.

Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin mengatakan bahwa "memiliki kekuatan nuklir yang mandiri tidak menghalangi dilakukannya koordinasi."

"(Latihan gabungan dengan Inggris menunjukkan bahwa) kekuatan nuklir kami dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap keamanan menyeluruh," ucapnya, seperti dikutip AFP.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting sementara itu mengatakan latihan ini menandai babak baru dalam hubungan Inggris dan Prancis terkait pertahanan nuklir.

"Latihan ini menunjukkan kedalaman kerja sama kami, kredibilitas penangkal kami, serta tekad kami untuk tetap bersatu dalam menghadapi ancaman yang muncul," ucapnya.

Melalui akun media sosial X miliknya, Streeting menambahkan bahwa latihan gabungan ini merupakan langkah penting dalam kerja sama pertahanan Inggris-Prancis.

"Serta merupakan sinyal jelas bahwa kami berdiri bahu-membahu dengan para sekutu kami dalam hal keamanan Eropa dan upaya penangkalan yang kredibel," pungkasnya.

(blq/mik)
placeholder