PM Malaysia Anwar Usul ASEAN Kerja Sama Atasi Karhutla RI

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 10:25 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) mengusulkan penanganan bersama kebakaran hutan dan lahan Indonesia melalui mekanisme di ASEAN.
PM Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) mengusulkan penanganan bersama kebakaran hutan dan lahan Indonesia melalui mekanisme di ASEAN. (REUTERS/Azneal Ishak)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan penanganan bersama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia melalui mekanisme di ASEAN.

Anwar menegaskan Malaysia menyadari bahwa menangani bencana seperti ini bukan tugas mudah, terutama karena luas wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang tak tentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, dalam semangat persatuan dan hubungan erat di antara negara-negara tetangga, Malaysia percaya bahwa tantangan terkait perbatasan harus ditangani dengan sungguh-sungguh dan tanggung jawab bersama," kata Anwar di media sosialnya, Senin (19/20).

Dia lalu berujar, "Sebenarnya, kita telah mengusulkan sebelumnya mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapan, dan tindakan kolektif dalam menangani kebakaran di perbatasan."

Anwar juga menyampaikan kesanggupan Malaysia memberikan bantuan sebagaimana yang sudah ditawarkan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

"Semangat persatuan di lingkungan tetangga yang sebenarnya menuntut kita untuk saling mendukung ketika menghadapi bencana, dengan aspek keselamatan dan kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut selalu menjadi prioritas," ujar dia

Di kesempatan itu, Anwar juga mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

"Saya menekankan seriusnya pemerintah Indonesia, yang telah mengerahkan puluhan ribu anggota dan berbagai aset udara untuk menangani masalah yang semakin mengkhawatirkan ini," ungkap Anwar.

Sejumlah wilayah di Indonesia terbakar sejak beberapa bulan lalu. Dampaknya kabut asap turut menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Pekan lalu, kualitas udara di Singapura masuk kategori tak sehat bahkan pada pukul 15.00 indeks polisi udara mencapai 288, tertinggi sejak 2015. Malaysia bahkan pernah mencatat indeks polusi udara dalam kategori bahaya di negara bagian Serawak bulan lalu.

Malaysia juga sempat menutup sekolah imbas kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan dari wilayah Indonesia.

(isa/bac)
placeholder