Penjualan Air Purifier di Singapura Meroket 600 Persen Imbas Karhutla

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 11:35 WIB
A tourist in a face mask takes a photograph as haze shrouds the Merlion Park at Marina Bay, with Marina Bay Sands resort in the background, in Singapore, October 16, 2026. REUTERS/Edgar Su REFILE  CORRECTING BYLINE.     TPX IMAGES OF THE DAY
Ritel Courts di Singapura mencatat lonjakan penjualan penyaring udara hingga 600 persen akibat kabut asap. Kesadaran kualitas udara meningkat di masyarakat. (FOTO:REUTERS/Edgar Su).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan ritel elektronik regional Courts mencatat lonjakan volume penjualan penyaring udara (air purifier) hingga 600 persen di Singapura.

Kenaikan drastis terjadi menyusul perburuan alat pembersih udara oleh warga akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan Asia Tenggara beberapa waktu terakhir.

"Baru-baru ini, kami mencatat peningkatan volume penjualan penyaring udara sebesar 600 persen, dari 28 September hingga 12 Oktober, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," kata Courts dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip AFP, Minggu (18/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Courts menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh tingginya kepedulian masyarakat terhadap kualitas udara di dalam ruangan selama krisis polusi melanda.

"Pelanggan semakin sadar akan kualitas udara dalam ruangan dan secara aktif mencari solusi untuk menjaga lingkungan rumah yang lebih sehat dan nyaman," ujar juru bicara Courts kepada AFP.

Peritel elektronik berbasis di Singapura lainnya, Gain City juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa mereka mencatat kenaikan signifikan dalam permintaan alat pembersih udara.

"Permintaan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan yang sangat tajam sejak 9 Oktober. Sejak itu, penjualan telah naik hingga sembilan kali lipat dari tingkat yang tercatat pada awal musim kabut asap di bulan Agustus," kata Gain City.

Tak hanya di Singapura, lonjakan permintaan alat kesehatan medis juga terjadi di Malaysia. Perusahaan peralatan medis AA Alive di Kuala Lumpur melaporkan kenaikan penjualan tabung oksigen sebesar 35 persen.

"Kami telah melihat peningkatan penjualan sebesar 35 persen akibat kabut asap ini," ujar tim penjualan AA Alive Rafina Firdaus kepada AFP.

Firdaus menyebut saat ini perusahaan mengirimkan sekitar 40 unit sewa konsentrator oksigen per hari untuk membantu pasien yang mengalami sesak napas. Namun, teknisi AA Alive Mubassar Khan mengungkapkan bahwa polutan kabut asap yang pekat membuat masa pakai filter konsentrator oksigen terpangkas hingga separuhnya, dari biasanya 1.000 jam penggunaan menjadi hanya 500 jam.

Dampak buruk polusi ini turut menjadi perhatian para pakar. Profesor kesehatan lingkungan Universiti Putra Malaysia Juliana Jalaludin memperingatkan bahwa paparan kabut asap berulang sejak masa kanak-kanak berisiko memicu beban penyakit pernapasan yang lebih tinggi bagi generasi mendatang.

"Kuncinya adalah mengurangi paparan sekarang untuk melindungi kesehatan anak-anak dan mencegah konsekuensi jangka panjang bagi generasi mendatang," ujar Juliana kepada AFP.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)
placeholder