Indonesia dan 18 negara lainnya ramai-ramai mengecam Kolombia yang membuka kedutaan besar mereka untuk Israel di Yerusalem.
Negara tersebut di antaranya Aljazair, Djibouti, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Turki, dan Yaman.
Kecaman itu tertuang dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Indonesia di X, Jumat (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Para Menlu] dengan tegas mengutuk dan menyatakan penolakan tegas mereka terhadap peresmian oleh Republik Kolombia atas kedutaan besarnya di Yerusalem," demikian menurut pernyataan itu.
Pernyataan tersebut juga menerangkan, "Langkah itu melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan dan merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara."
RI dan 18 negara lain menegaskan kembali segala langkah atau keputusan yang dimaksudkan untuk mengubah status hukum atau historis Yerusalem yang diduduki, atau untuk mengakuinya sebagai ibu kota Israel, adalah batal demi hukum dan tak punya efek hukum.
Posisi itu, lanjut mereka, sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang relevan, khususnya Resolusi Dewan Keamanan 476 tahun 1980 dan 478 tahun 1980. Kedua resolusi ini menolak upaya mengubah karakter atau status Yerusalem dan meminta Negara-negara untuk menarik misi diplomatik dari wilayah tersebut.
Sembilan belas negara itu juga meminta Kolombia pikir ulang atau membatalkan keputusan tersebut.
"Para Menlu meminta pemerintah Kolombia untuk mempertimbangkan kembali dan membatalkan keputusan ini, menjunjung kewajibannya berdasarkan hukum internasional, dan menahan diri dari langkah-langkah yang merugikan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak mereka atas Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," demikian pernyataan mereka.
Pernyataan bersama itu muncul usai Kolombia meresmikan kedubes mereka di Yerusalem menyusul normalisasi hubungan negara Amerika Latin ini dengan Israel.
Menteri Luar Negeri Kolombia Omar Bula Escobar mengatakan hubungan kedua negara seharusnya tak pernah terputus. Dia menyebut Bogota tengah mengambil langkah konkret menuju pemulihan hubungan diplomatik.
"Israel adalah mitra strategis. Selalu demikian, dan mulai sekarang, akan menjadi mitra yang lebih kuat lagi," kata dia dalam upacara peresmian Kedubes pada 14 Oktober.
Kolombia menjadi negara ke-10 yang membuka Kedubes Israel di Yerusalem. Namun, beberapa negara membuka kantor diplomatiknya di Tel Aviv.
Israel menduduki Yerusalem sejak Perang Enam Hari pada 1967 dan mengeklaim secara sepihak wilayah tersebut. Membuka kantor diplomatik di wilayah tersebut dianggap melegetimasi pendudukan Negeri Zionis.
(ans/agt)