Saudi Klaim Houthi Serang Mekkah-Madinah: Provokasi ke Umat Islam

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 20:50 WIB
Arab Saudi menyoroti serangan milisi Houthi yang disebut telah mencapai Mekkah dan Madinah.
Arab Saudi menyoroti serangan milisi Houthi yang disebut telah mencapai Mekkah dan Madinah. (REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi menyoroti serangan milisi Houthi yang disebut telah mencapai Mekkah dan Madinah.

Kedua kota tersebut merupakan kota suci bagi umat Islam. Riyadh menilai serangan terhadap dua kota tersebut sebagai provokasi yang melukai perasaan umat Islam di berbagai belahan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, pada Jumat (16/10).

"Serangan-serangan teroris Houthi telah mencapai tempat-tempat paling suci di muka bumi yaitu Makkah Al-Mukarramah dan Al- Madinah Al-Munawwarah, yang merupakan sebuah provokasi terhadap perasaan umat Islam di berbagai belahan dunia," ujar Faisal.

Dalam pernyataannya, Arab Saudi menyatakan telah berupaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan di Yaman sejak milisi Houthi menggulingkan pemerintahan yang sah pada 2014.

Upaya itu dilakukan bersama berbagai seluruh pihak di Yaman dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.

[Gambas:Video CNN]

Selain mendorong penyelesaian konflik tersebut, Arab Saudi mengklaim "telah memberikan bantuan kemanusiaan, pembangunan, dan ekonomi kepada rakyat Yaman". Total bantuan tersebut mencapai lebih dari US$12,6 miliar atau sekitar Rp226 triliun sejak 2012 hingga 2026.

Arab Saudi juga mendukung pemerintah Yaman yang sah melalui koalisi internasional untuk memperkuat keamanan dan stabilitas negara tersebut.

Meskipun Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif, Houthi terus menolak berbagai upaya dan inisiatif tersebut.

Menurut Arab Saudi, kelompok tersebut justru terus meningkatkan eskalasi militer sehingga memperburuk penderitaan kemanusiaan dan ekonomi rakyat Yaman.

Faisal mengatakan Houthi mengerahkan sumber daya dan kemampuan rakyat Yaman untuk membiayai persenjataan rudal dan drone. Ia menambahkan bahwa persenjataan itu digunakan untuk mengancam keamanan Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.

Serangan terhadap wilayah Arab Saudi juga dilaporkan menyasar sejumlah bandara, termasuk Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, dan Bandara Raja Fahd.

Arab Saudi mengatakan rangkaian serangan tersebut mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan 333 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban merupakan warga negara dan penduduk Arab Saudi dari berbagai kewarganegaraan.

Arab Saudi mengutuk keras serangan-serangan tersebut. Riyadh "menegaskan hak dasarnya untuk membela wilayah, aset, dan kedaulatannya serta melindungi keselamatan warga negara dan penduduknya".

Arab Saudi juga menyatakan akan "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanannya sesuai dengan hukum internasional".

Di sisi lain, Arab Saudi kembali menegaskan dukungan politik dan militernya kepada Dewan Kepemimpinan Presiden, pemerintah, dan rakyat Yaman. Dukungan tersebut ditujukan untuk mengakhiri kudeta Houthi serta memulihkan pemerintahan dan institusi negara Yaman.

Arab Saudi turut mendesak masyarakat internasional menjalankan tanggung jawabnya dengan melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Riyadh meminta komunitas internasional memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Yaman yang sah untuk menghadapi Houthi dan menghentikan ancaman kelompok tersebut terhadap Yaman, kawasan, dan dunia.

Bantahan Houthi

Sebelumnya, juru bicara Houthi Yahya Saree membantah milisi melakukan serangan ke Saudi hari ini.

"Angkatan Bersenjata menegaskan mereka tak melakukan operasi penargetan apapun ke wilayah Arab Saudi hari ini," kata Saree di X.

Dia lalu berujar, "Dan apapun yang diklaim musuh Saudi mengenai penargetan ke arah Kota Madinah kebohongan besar."

Saree juga sempat mewanti-wanti Houthi tak akan menyerang wilayah Mekkah dan Madinah.

"Kami ulangi peringatan kami ke seluruh maskapai penerbangan dunia, pegawai, serta penumpang dari seluruh dunia tentang bahaya mengoperasikan penerbangan ke bandara-bandara Saudi," kata Saree.

"Karena bandara-bandara itu tak aman kecuali bandara-bandara dan wilayah udara kawasan suci di Mekkah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawwarah," imbuh dia.

(mge/bac)
placeholder