Singapura Selidiki Perusahaan Penyebab Karhutla RI, Siap Tindak Tegas

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 17:22 WIB
PM Singapura Lawrence Wong mengatakan tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab memicu karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.
PM Singapura Lawrence Wong mengatakan tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab memicu karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia. (AFP/VALENTINO DARIELL DE SOUSA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong  mengatakan tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Wong juga mempertimbangkan Singapura akan mengambil tindak tegas jika memang ada perusahaan terbukti menyebabkan karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Lintas Batas Singapura (THPA)dan menjajaki tindakna bersama dengan negara lain," ujar Wong di Instagram, Jumat (16/10).

Dia lalu berkata, "Kami tak bisa mengontrol cuaca atau angin, dan tak bisa langsung mengontrol apa yang terjadi di luar perbatasan kami."

Namun, Wong berkomitmen bahwa Singapura melakukan segala upaya untuk melindungi warganya dan bekerja sama dengan dengan negara tetangga.

[Gambas:Video CNN]

Menurut THPA, perusahaan yang terbukti bersalah bisa dikenai denda hingga $S100.000 hingga 2 juta atau sekitar Rp1,1 miliar- Rp23 miliar.

Melalui UU itu pula, Singapura membuka jalan hukum bagi warga atau lembaga di negara itu untuk mengajukan gugatan perdata (civil claims). Mereka berhak menuntut ganti rugi secara finansial ke perusahaan pembakar hutan atas gangguan ekonomi, gangguan kesehatan/cedera personal, maupun kerusakan properti.

Dalam unggahan tersebut, Wong juga membagikan momen pihak berwenang membagikan masker ke kelompok rentan. Dia juga mengatakan pemerintah menyediakan tempat perlindungan di Community Clubs dan pusat residen pilihan.

"Kami akan memastikan bahwa dukungan tersedia bagi mereka yang membutuhkan," lanjut Wong.

Kabut asap di Singapura, kata dia, berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang kian memburuk karena musim kemarau yang memanjang.

Wong juga mengatakan Singapura telah menawarkan bantuan ke Indonesia untuk mengatasi karhutla dan bekerja sama dengan negara anggota ASEAN untuk membahas masalah ini.

Pada Rabu, kualitas udara di Singapura masuk kategori tak sehat bahkan pada pukul 15.00 indeks polisi udara mencapai 288, tertinggi sejak 2015.

Pada Kamis, indeks polusi udara di wilayah barat Singapura mencapai 212, tertinggi sepanjang 2026.

[Gambas:Instagram]

(isa/bac)
placeholder