Hari Pertama Bicara ke Media, Jubir Baru Trump Sudah Bikin 'Blunder'

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 08:25 WIB
Newly appointed White House Press Secretary Katie Zacharia speaks during her first press briefing in the James Brady Briefing Room of the White House in Washington, DC, on October 13, 2026. (Photo by Jim WATSON / AFP)
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia. Foto: AFP/JIM WATSON
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Pers Gedung Putih Amerika Serikat yang baru, Katie Zacharia, menjadi pembicaraan publik setelah "blunder" di hari pertamanya bicara dalam konferensi pers.

Blunder Zacharia terjadi ketika ia menggunakan frasa yang merujuk pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyebut soal suaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wartawan ketika itu bertanya mengenai bagaimana Zacharia menjalankan tugas karena ia membesarkan empat orang anak.

Saat menjawab, sang juru bicara menyoroti peran suaminya yang membawa keempat anaknya dari California mengikutinya ke Washington agar bisa berkumpul. Namun, saat itu, ia salah menyebut "my husband" dengan "my president" hingga memicu gelak tawa jurnalis.

Di samping itu, publik terutama wartawan turut menyoroti sikap tegang Zacharia ketika berbicara, serta batasan waktu yang ditetapkannya kepada wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Jurnalis hanya diberi waktu lima menit untuk bertanya dan durasi jumpa pers itu sendiri cuma berlangsung 14 menit. Zacharia juga tampak kaku dan banyak menggunakan teks saat menyampaikan pernyataan.

Trump telah menanggapi penampilan perdana juru bicaranya tersebut. Terlepas dari kritik media, ia mengaku senang dengan kinerja Zacharia.

Zacharia menggantikan Karoline Leavitt yang mengundurkan diri pada akhir Agustus karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Leavitt baru saja melahirkan anak keduanya pada 1 Mei 2026.

Namun, per 5 Oktober, juru bicara termuda di AS itu dikabarkan bergabung dengan Fox News Media. Leavitt bakal menjabat sebagai kontributor dan analis politik di berbagai program berita serta opini Fox News mulai 1 November mendatang.

(blq/dna)