2 WNI Terluka Kena Serangan Houthi di Bandara Riyadh

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 07:20 WIB
Smoke and flames rise from King Khalid Airport, after Yemen's Iran-backed Houthis said they attacked the airport, in Riyadh, Saudi Arabia, October 8, 2026, in this screengrab obtained from a social media video. Social Media/via REUTERS  THIS IMAGE HA
Dua WNI mengalami luka ringan imbas serangan Houthi di Bandara Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10). Foto: Social Media via REUTERS/Social Media
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka dalam serangan kelompok milisi Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi pada Selasa (13/10) melaporkan bahwa dua WNI mengalami luka ringan dalam serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Mereka) mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama," demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh usai menerima informasi dari Kemlu Saudi.

KBRI Riyadh sementara itu memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban tewas maupun luka dalam serangan terbaru pada Senin (12/10) dan Selasa (13/10).

"Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh pada hari ini, Selasa, 13 Oktober 2026, telah kembali mendatangi dua Rumah Sakit di Riyadh yaitu Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua Rumah Sakit tersebut, tidak ada korban Warga Negara Indonesia," demikian pernyataan KRBI Riyadh.

Sejumlah situs dan fasilitas Saudi, termasuk bandara, menjadi target serangan Houthi sejak beberapa waktu terakhir.

Sebanyak 13 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam serangan pada Sabtu (10/10) di Bandara Internasional King Khalid. Satu orang juga meninggal dunia dan 11 lainnya terluka dalam serangan di lokasi yang sama pada Minggu.

Ini merupakan serangkaian serangan paling mematikan di Saudi dalam 10 tahun lebih. Serangan-serangan ini menandai salah satu gangguan paling signifikan terhadap penerbangan Negeri Minyak dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Luar Negeri RI telah mengimbau WNI untuk membatasi perjalanan yang tidak perlu dan memastikan kembali status penerbangan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, KBRI Riyadh meminta WNI yang berada di Saudi untuk terus waspada, menghindari tempat-tempat yang menjadi titik rawan, mematuhi arahan otoritas setempat, dan memonitor perkembangan situasi dari informasi resmi pemerintah Arab Saudi dan KBRI.

"Warga Negara Indonesia di Arab Saudi kembali diimbau untuk tidak mengambil foto, merekam, menyebarkan atau membagikan informasi terkait penangkisan serta lokasi jatuhnya rudal dan drone. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan pembatasan terkait pengambilan dan penyebaran foto/video kejadian, penyebutan atau penyebaran lokasi kejadian dan penyebaran informasi yang beredar di media sosial. Pelanggaran terhadap pembatasan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi," demikian keterangan KBRI Riyadh.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna)