Hacker Bobol Sistem Pendingin Supermarket di Prancis, Makanan Busuk

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 09:30 WIB
Peretas membobol sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis hingga suhu lemari es dan freezer naik mencapai 50 derajat Celsius.
Peretas membobol sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis hingga suhu lemari es dan freezer naik mencapai 50 derajat Celsius. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peretas membobol sistem pendingin ratusan supermarket di Prancis hingga suhu lemari es dan freezer naik mencapai 50 derajat Celsius.

Serangan siber tersebut menyebabkan makanan rusak, produk beku mencair, hingga kebakaran di sejumlah toko.

Kantor Kejaksaan Paris pada Senin (12/10) mengatakan serangan siber "berskala besar" itu menyasar sistem pendingin yang terhubung ke internet di sejumlah jaringan ritel makanan besar di Prancis. Serangan tersebut mengakibatkan kerugian makanan dan kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu telah meminta Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) menyelidiki insiden tersebut, menurut seorang sumber di kantornya.

Pemerintah Prancis juga berkoordinasi dengan sejumlah mitra Eropa karena serangan serupa berpotensi berdampak pada negara lain. Pihak berwenang kini menilai apakah perusahaan-perusahaan Prancis lainnya turut berisiko.

Felix Aime, analis intelijen ancaman siber senior di Sekoia Threat Detection and Research, mengatakan serangan tersebut juga berdampak pada Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia.

Sejumlah jaringan supermarket besar di Prancis melaporkan mengalami gangguan. Carrefour mengatakan sekitar 80 supermarketnya terdampak, sedangkan Monoprix, yang mengoperasikan sekitar 490 toko di Prancis, melaporkan sekitar 5 persen gerainya terkena serangan.

Les Mousquetaires, pemilik jaringan supermarket Intermarche, mengatakan sistem pendingin di sekitar 150 tokonya mengalami kenaikan suhu hingga 50 derajat Celsius selama enam jam pada malam hari.

[Gambas:Video CNN]

Juru bicara perusahaan mengatakan seluruh makanan yang terdampak telah dibuang untuk mencegah risiko kesehatan bagi konsumen.

Seorang warga Paris, Geert de Clercq, menyaksikan pegawai Intermarche di pusat kota membuang gerobak berisi makanan beku yang telah mencair ke tempat sampah berukuran besar. Es krim yang meleleh bahkan tumpah dari wadah yang pecah ke jalan.

CEO Cooperative U, Dominique Schelcher, juga mengatakan jaringan supermarketnya menjadi sasaran serangan.

"Menargetkan peralatan yang penting untuk pengawetan produk segar dan pasokan makanan bagi rakyat Prancis adalah hal yang sangat serius dan belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Schelcher di media sosial X.

Sementara itu, jaringan ritel makanan E.Leclerc dan Auchan belum menanggapi permintaan untuk memberikan pernyataan.

Belum ada perkiraan resmi mengenai total kerugian yang dialami industri ritel Prancis. Namun, CEO Intermarche Thierry Cotillard mengatakan kepada BFM TV bahwa serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu berpotensi menyebabkan kerugian puluhan juta euro di seluruh Prancis hanya dalam satu hari.

Direktur Jenderal EuroCommerce, Christel Delberghe, mengatakan insiden tersebut menunjukkan pentingnya ketahanan sistem di seluruh rantai pasokan.

"Insiden ini menggarisbawahi pentingnya ketahanan di seluruh rantai pasokan," kata Delberghe.

Sistem pendingin terhubung ke internet

Sistem pendingin di supermarket umumnya dikendalikan melalui panel yang mengatur seluruh lemari es dan freezer di dalam toko. Sistem tersebut dapat diakses melalui internet sehingga perusahaan pemeliharaan bisa menyesuaikan pengaturan suhu dari jarak jauh.

Sumber yang dekat dengan Lecornu mengatakan ANSSI telah mengidentifikasi kerentanan pada perangkat lunak yang dipasok perusahaan Denmark, Danfoss.

Danfoss mengaku mengetahui insiden di Prancis yang memengaruhi sejumlah kecil sistem manajemen pendingin, dikutip dari CNN.

Perusahaan itu mengatakan sistem yang terdampak masih menggunakan firmware atau perangkat lunak pengendali perangkat keras versi lama.

Danfoss menyebut pihaknya telah lama menyarankan pelanggan memperbarui firmware pada sistem yang masih didukung dan memindahkan sistem lama ke solusi generasi terbaru.

Pada 9 Agustus, tim keamanan siber Claroty, Team82, menerbitkan penelitian mengenai kerentanan pada pengontrol Danfoss AK-SM 800A.

Menurut laporan tersebut, pembaruan perangkat lunak yang dirilis Danfoss mengatasi celah keamanan yang berpotensi memungkinkan penyerang melewati mekanisme autentikasi dan menjalankan kode pada perangkat yang telah disusupi.

Serangan di Prancis itu memiliki kemiripan dengan gangguan yang dilaporkan terjadi di sekitar selusin toko kebutuhan militer Amerika Serikat pada akhir Agustus. Insiden tersebut menyebabkan kerugian makanan setelah sistem pendingin toko terdampak.

Asosiasi ritel Prancis, Fédération du Commerce et de la Distribution (FCD), mendesak Danfoss memberikan "transparansi penuh" mengenai insiden tersebut.

FCD mengatakan jaringan supermarket berupaya melindungi konsumen dan memulihkan operasional toko secepat mungkin. Sejumlah toko yang terdampak juga dilaporkan telah kembali beroperasi.

Masalah keamanan Belanda

Di tengah insiden di Prancis, perusahaan ritel Belanda Ahold Delhaize juga melaporkan mengalami "masalah keamanan" pada jaringannya. Perusahaan yang mengoperasikan Albert Heijn, jaringan supermarket terbesar di Belanda, itu menonaktifkan sejumlah sistem sebagai langkah pencegahan.

Pesan pada aplikasi ponsel Albert Heijn menyebut perusahaan belum dapat mengirimkan pesanan bahan makanan akibat "insiden keamanan siber".

Pesanan daring menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan Albert Heijn. Meski layanan pengiriman terganggu, toko-toko fisik perusahaan tetap beroperasi.

Kantor berita Belanda ANP melaporkan sejumlah jaringan supermarket pesaing mengalami peningkatan pesanan pengiriman di tengah gangguan tersebut.

Meski demikian, Ahold Delhaize mengatakan belum ada alasan untuk mengaitkan masalah keamanan di jaringannya dengan serangan terhadap supermarket di Prancis.

Ahold merupakan peritel bahan makanan terbesar keempat di. Situs web sejumlah jaringan yang berada di bawah perusahaan tersebut, termasuk Stop & Shop, Giant, Hannaford, dan Food Lion, menampilkan pemberitahuan bahwa situs mereka untuk sementara tidak aktif.

(mge/bac)
placeholder