Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas dalam serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10).
Namun Kemlu masih memverifikasi kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban luka dalam insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memastikan hingga 11 Oktober tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia, sementara korban luka masih dalam proses verifikasi.
"KBRI (Kedutaan Besar RI) Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta melakukan pemantauan ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak," kata Heni dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan Houthi menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya luka-luka. Sejumlah korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah mendapat penanganan medis di beberapa rumah sakit.
Dari 12 korban meninggal dunia, empat orang merupakan warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Serangan tersebut juga menyebabkan operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan.
Kemlu RI bersama KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.
(mge/dna)

