Teror Penyerangan 3 Sekolah dalam Sepekan Guncang Polandia

CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2026 13:20 WIB
Teror Penyerangan 3 Sekolah dalam Sepekan Guncang Polandia
Ilustrasi penyerangan dengan senjata berbahaya. (iStockphoto/Marccophoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelombang aksi kekerasan berturut-turut mengguncang Polandia setelah seorang perempuan melukai tiga orang di dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi di ibu kota Warsaw pada Sabtu (10/10). Insiden ini merupakan penyerangan sekolah ketiga yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Bercak darah terlihat di area rerumputan dekat pintu masuk sekolah swasta di distrik Praga, Warsaw. Juru bicara Kepolisian Warsaw, Jakub Filipiak, mengonfirmasi bahwa pelaku menggunakan "benda berbahaya" untuk menyerang para korban yang sedang menyerahkan berkas di kantor sekolah.

Seperti dilansir Asia One, korban luka mencakup dua remaja berusia 17 tahun dan seorang pemuda berusia 24 tahun. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil dan luka yang dialami tidak mengancam jiwa, sementara pelaku wanita telah berhasil diamankan di kantor polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini terjadi tepat saat kepolisian Polandia mengumumkan telah menahan 76 orang dan memeriksa hampir 50 ribu sekolah di seluruh negeri demi mencegah potensi aksi kekerasan susulan.

Rangkaian teror penyerangan ini dimulai pada Rabu lalu ketika seorang siswa berusia 19 tahun melukai sembilan orang menggunakan senjata tajam di Mazovia. Sehari setelahnya, remaja 15 tahun menewaskan seorang penjaga sekolah dan melukai dua orang lainnya di wilayah yang sama.

Gelombang penyerangan sekolah ini menggegerkan publik Polandia, mengingat kasus kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan fenomena baru di negara benua Eropa tersebut.

Pemerintah menegaskan belum menemukan bukti koordinasi antar-pelaku maupun tantangan daring yang memprovokasi aksi tersebut. Namun, peneliti senior dari International Centre for Counterterrorism di Den Haag, Kacper Rekawek, menilai insiden ini mengindikasikan pola peniru atau copycat scenario yang mengadopsi estetika terorisme global.

Isu ancaman penyerangan massal sebelumnya sempat memicu kepanikan di grup percakapan orang tua murid hingga menyebabkan 59 sekolah meliburkan kegiatan belajar-mengajar pada Jumat lalu.

Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, menegaskan tidak ada kompromi terkait keselamatan para pelajar. Dalam razia Jumat lalu, polisi bahkan menyita berbagai jenis pisau lipat dan mercon dari tas sejumlah siswa di sekolah.

"Tidak ada kompromi di sini. Keselamatan para pemuda adalah hal yang paling utama," tegas Kierwinski.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk berjanji akan mempercepat pengesahan rancangan undang-undang guna memblokir konten berbahaya di ruang digital demi mencegah tayangan langsung atau live streaming aksi kejahatan di masa mendatang.

(wiw)
placeholder