Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengakui bahwa negaranya bukanlah tempat yang murah untuk ditinggali.
Namun, pemerintah Singapura tidak memilih membatasi harga barang dan jasa untuk mengatasi masalah tersebut karena khawatir kebijakan itu justru memicu kelangkaan pasokan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wong menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam Forbes Global CEO Conference. Pernyataannya merespons komentar Ketua Forbes, Steve Forbes, mengenai tingginya biaya hidup di Singapura.
Wong menjelaskan pembatasan harga bukan solusi yang tepat untuk menekan biaya hidup. Menurut dia, kebijakan tersebut berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk kelangkaan pasokan.
Alih-alih membatasi harga, pemerintah Singapura memilih mendorong peningkatan pendapatan riil masyarakat.
Wong menegaskan upaya tersebut terutama ditujukan untuk membantu warga berpenghasilan rendah, seperti dilaporkan Channel News Asia.
Pemerintah juga memberikan bantuan untuk meringankan beban rumah tangga. Bentuk dukungan tersebut antara lain potongan biaya utilitas dan bantuan tunai bagi masyarakat yang terdampak kenaikan biaya hidup.
(mge/dna)

