Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai demonstrasi yang sedang berlangsung di Prancis.
Barrot mengatakan Prancis "menulis kisahnya sendiri" alih-alih dituliskan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kita tidak menulis kisah kita sendiri, orang lain akan menulisnya untuk kita," kata Barrot, seperti dilaporkan stasiun televisi BFMTV.
Pernyataan Barrot disampaikan setelah Trump mengaitkan demo siswa di Prancis dengan Islam serta "migrasi massal yang di luar kendali".
"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang di luar kendali. Ini bukan tentang sekolah, ini tentang Islam yang ingin mengambil alih negara yang dulunya hebat!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Trump tidak menjelaskan lebih lanjut klaimnya ataupun memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Di Prancis sendiri, hingga kini belum ada kaitan yang ditemukan antara gerakan protes mahasiswa tersebut dan tuntutan yang berkaitan dengan agama maupun identitas.
Namun, sejumlah tokoh terkemuka dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) yang dipimpin Trump telah memanfaatkan protes di Prancis untuk kembali menekankan isu imigrasi menjelang pemilihan paruh waktu AS bulan depan.
Trump berupaya mendorong narasi politik sayap kanan globalnya menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang yang bakal menentukan posisi partainyadi Kongres.
Ratusan ribu massa turun ke jalan di seluruh Prancis sejak akhir bulan lalu untuk memprotes sistem pendidikan.
Massa yang mayoritas berstatus siswa mengeluhkan minimnya guru di sekolah, buruknya infrastruktur dan fasilitas sekolah, serta ketimpangan akses pendidikan.
Selain siswa, demonstrasi ini juga diikuti oleh guru, orang tua, mahasiswa, dan aktivis.
Mereka berpartisipasi setelah aparat kepolisian bersikap represif terhadap para murid, hingga sejumlah anak terluka parah imbas proyektil.
(blq/rds)
