Sekitar tiga orang meninggal dunia dan 36 lainnya luka-luka usai milisi Houthi Yaman melancarkan serangan udara terhadap dua bandara Arab Saudi pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) pada Rabu menyampaikan bahwa Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Gubernur California Kecam Trump sampai Kondisi Sekolah Prancis Didemo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak menyebutkan siapa penyerangnya, angkatan bersenjata yang dikendalikan kelompok milisi Houthi Yaman mengeklaim bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut. Kelompok itu menyatakan telah menargetkan kedua bandara dengan rudal balistik.
Juru bicara militer Saudi, Turki Al Maliki, sementara itu mengatakan pasukan Saudi telah menghancurkan peluncur rudal balistik yang digunakan dalam serangan terhadap Riyadh.
Dalam pernyataannya, GACA merinci seorang warga Maroko dan warga Aljazair tewas dalam serangan di bandara Abha. Sebanyak 28 orang terluka dalam serangan tersebut.
Sementara itu, di bandara King Khalid, satu warga Saudi tewas dan delapan lainnya terluka.
Serangan-serangan ini terjadi ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi terus melanjutkan Operasi Fajar Yaman, sebuah serangan besar yang bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.
Konflik antara Saudi dan Houthi sendiri memanas pada Juli pasca serangan di bandara Sanaa. Houthi menuduh Saudi dalang di balik serangan itu.
Arab Saudi telah meminta bantuan Pakistan dan Turki untuk menangkal dan melawan serangan Houthi. Awal pekan ini, kedua negara menyatakan siap mengerahkan pasukan ke Saudi berdasarkan pakta pertahanan ketiga negara yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Saudi, Turki, dan Pakistan meneken perjanjian ini pada Agustus lalu.
(blq/rds)
