Rabbi Haredi Israel: Akan Lebih Baik Orang Arab Pimpin Wilayah Ini

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 19:30 WIB
Rabbi Israel sekaligus pemimpin Komunitas Yahudi Haredi Ltihuania, Dov Lando, mengatakan wilayahnya akan lebih baik jika dipimpin orang Arab.
Rabbi Israel sekaligus pemimpin Komunitas Yahudi Haredi Ltihuania, Dov Lando, mengatakan wilayahnya akan lebih baik jika dipimpin orang Arab. (AFP PHOTO / EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rabbi Israel sekaligus pemimpin Komunitas Yahudi Haredi Ltihuania, Dov Lando, mengatakan wilayahnya akan lebih baik jika dipimpin orang Arab.

Media Israel Channel 12 pada Senin (5/12) melaporkan telah mendapat rekaman Lando yang tengah diskusi dengan para rabbi soal wajib militer bagi Yahudi Haredi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tak tahu apa yang akan terjadi jika sejak awal tak ada negara. Jika pemerintahan di bawah PBB sudah didirikan di sini, situasinya akan sangat baik," kata Lando, dikutip Middle East Monitor.

"Mungkin saja kita bisa hidup damai dengan orang Arab tanpa negara dan akan lebih baik jika orang Arab memerintah di sini," imbuh dia.

Lando juga menyampaikan pandangannya soal permusuhan Zionisme dengan dunia Arab. Menurut dia, paham Zionisme itu lah yang membuat orang Arab membenci Yahudi dan Israel.

"Belum pernah dalam sejarah orang Arab membenci [kita] sebesar ini," ujar Lando.

[Gambas:Video CNN]

Lando juga mengungkapkan pandangannya soal wajib militer bagi pemuda Haredi di tengah agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina dan perang dengan Iran beberapa waktu lalu.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kerap menggemakan perang tujuh front. Di tengah perang tersebut, banyak tentara Israel tewas dan tentara cadangan dikerahkan.

Situasi tersebut membuat kelompok muda Haredi merasa bersalah karena banyak warga tewas Israel tewas tetapi mereka tetap fokus belajar agama.

Lando mengisyaratkan situasi perang dan pengerahan tentara cadangan atau orang yang wajib militer ke medan perang, bukan salah Haredi. Mereka juga tak perlu merasa bersalah atas situasi yang diciptakan Netanyahu.

"Para perjuang terbunuh karena rabi mereka mengajarkan Taurat yang keliru. Mereka juga melakukan banyak tindakan bukan untuk keselamatan, tetapi untuk kehormatan negara," ujar Lando.

Komunitas Yahudi Haredi di Israel berjumlah sekitar 13 persen dari 10 juta penduduk di negara itu.

(isa/bac)
placeholder