Sejarah Green Party Inggris, Berani Cap Zionisme sebagai Rasisme

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 18:30 WIB
A photograph taken on April 27, 2026 shows a party election poster for Britain's Green party in Hartfield, south-east England, ahead of the UK local elections on May 7. Analysts and lawmakers say Starmer faces his biggest moment of peril after what a
Sejarah Green Party Inggris yang mengesahkan mosi zionisme sebagai bentuk rasisme. Foto: AFP/BEN STANSALL
Jakarta, CNN Indonesia --

Green Party atau Partai Hijau mengklasifikasikan Zionisme sebagai bentuk rasisme. Mosi tersebut disahkan dalam pemungutan suara pada Minggu (4/10) dengan 1.022 suara berbanding 813 suara.

Green Party menyebut Zionisme sebagai "proyek politik etnonasionalis" dan kembali mendesak pemerintah Inggris menghentikan seluruh perdagangan senjata dengan Israel.

Partai yang meraih sekitar 6 persen suara dalam pemilu nasional Inggris 2024 itu juga mendukung hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina. Mereka menyerukan pembentukan satu negara demokratis di seluruh wilayah Palestina bersejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mosi tersebut juga menegaskan kembali dukungan Green Party terhadap hak penentuan nasib sendiri dan menyerukan pembentukan negara demokratis tunggal di seluruh wilayah Palestina bersejarah," kata Green Party dalam pernyataannya, dikutip dari CNN.

Pernyataan ini mendapatkan reaksi keras dari Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar memutuskan melarang Ketua Green Party Zack Polanski memasuki Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan mosi Green Party merupakan teks antisemit berdasarkan definisi Aliansi Peringatan Holocaust Internasional (IHRA). Menurut Israel, mosi tersebut menolak hak bangsa Yahudi untuk menentukan nasib sendiri.

Wakil Ketua Green Party Mothin Ali, yang mendukung mosi tersebut, mengatakan tingginya jumlah korban Palestina dalam perang Israel-Hamas menjadi salah satu konteks utama keputusan partai.

Siapa Green Party?

Green Party berdiri sebagai reaksi dari kondisi dunia pada tahun 1960-an. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, seiring dengan semakin luas dan canggihnya pengetahuan ilmiah tentang penyebab dan konsekuensi degradasi lingkungan, muncul kekhawatiran di kalangan beberapa ilmuwan, intelektual, dan aktivis tentang kemampuan bumi untuk menyerap sampah aktivitas ekonomi manusia, dan bahkan untuk menopang kehidupan manusia.

Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran para pemimpin politik akan keseriusan masalah lingkungan, pemerintah mulai melakukan negosiasi pada awal tahun 1970-an yang mengarah pada adopsi sejumlah perjanjian lingkungan internasional yang semakin banyak.

Green Party Inggris dan Wales (GPEW) bermula dari People Party yang didirikan pada tahun 1972. Partai Hijau Inggris dan Wales sendiri dibentuk pada tahun 1990.

Di Inggris partai ini terdiri dari lebih dari 200 Green Party Lokal.

Pada akhir tahun 1980-an, hampir setiap negara di Eropa barat dan utara memiliki partai yang dikenal sebagai Green Party, dengan berbagai nama (misalnya, Daftar Hijau di Italia, Aliansi Hijau di Irlandia dan Finlandia, Alternatif Hijau di Austria, Partai Ekologi Hijau di Swedia, Partai Ekolog di Belgia).

Pada tahun 1990, Green Party Inggris terpecah menjadi Partai Hijau Inggris dan Wales, Partai Hijau Skotlandia, dan Partai Hijau Irlandia Utara dikutip dari Britannica.

Program yang mereka adopsi menyerukan pembubaran Pakta Warsawa dan NATO, demiliterisasi Eropa, dan pemecahan perusahaan ekonomi besar menjadi unit-unit yang lebih kecil.

Pada tahun 2010, Caroline Lucas menjadi anggota parlemen Inggris pertama dari Green Party, dan tetap menjadi satu-satunya anggota parlemen yang menjabat untuk partai tersebut hingga pemilihan umum 2024.

Sikap partai ini terhadap negara Israel dan Palestina tetap sama, mengecam kekejaman Israel dan mendukung terbentuknya negara Palestina.

"Ketika saya terpilih sebagai pemimpin Partai Hijau Inggris dan Wales, saya sangat bangga berdiri sebagai pemimpin partai Yahudi, berdampingan dengan wakil pemimpin saya, Mothin dan Rachel. Bersama-sama, kami mewujudkan semua yang diperjuangkan partai ini: kami berasal dari latar belakang, keyakinan, dan tradisi yang berbeda, tetapi kami berbagi nilai-nilai yang kami junjung tinggi, yaitu kasih sayang, keadilan, dan kesetaraan untuk semua," kata ketua Green Party Zack Polanski.

[Gambas:Video CNN]

(imf/dna/bac)