Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10).
Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Dalam Negeri Turki mengabarkan delapan gadis terluka, dengan satu di antaranya meninggal dunia akibat luka yang diderita.
"Salah satu siswa yang sedang dirawat... meninggal dunia meskipun semua upaya medis telah dilakukan untuk menyelamatkannya. Perawatan masih berlanjut untuk tujuh siswa lain," demikian pernyataan kementerian di media sosial X.
Polisi telah menahan pelaku yang menurut keterangan petugas merupakan siswi kelas 10 berusia 15 tahun dari sekolah lain.
Siswa sekolah menengah pertama biasanya berusia antara 10-14 tahun.
Dalam pernyataan kepada wartawan, Gubernur Istanbul Davut Gul mengatakan pelaku, yang mengenakan seragam sekolah, telah menikam para siswa secara acak.
"Siswi yang melakukan serangan itu tinggal di lingkungan yang sama dan bersekolah di sekolah yang berbeda. Dia memasuki tempat kejadian dengan mengenakan seragam sekolah dan menikam anak-anak tanpa pandang bulu," katanya.
Gubernur Distrik Basaksehir, Cemil Ozgur Onegi, sementara itu mengatakan pelaku ialah siswi sekolah menengah atas.
Pada September, seorang remaja melepas tembakan di luar sebuah sekolah di Turki dan melukai 11 murid. Tiga di antaranya menderita luka serius.
Pada April, terjadi dua penembakan beruntun oleh remaja di Turki selatan yang mengejutkan masyarakat dan memicu kekhawatiran publik tentang keamanan di sekolah-sekolah Turki.
(blq/rds)
