Viral Anggota Kartel Narkoba Kolombia-Meksiko Ikut Perang Bela Ukraina

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 17:45 WIB
Legiun asing tentara bayaran yang direkrut Ukraina.
Legiun asing tentara bayaran yang direkrut Ukraina. (REUTERS/CLODAGH KILCOYNE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota kartel narkoba Kolombia dan Meksiko menjadi sorotan usai viral di media sosial diduga bergabung dengan tentara bayaran Ukraina memerangi Rusia.

Mereka disebut-sebut bergabung dengan Legion Internasional Ukraina untuk mendapat pengalaman drone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring meningkatnya penggunaan drone, sejumlah laporan menyoroti jaringan kriminal yang memanfaatkan perang Ukraina guna mendapat pengalaman perang, demikian dikutip Al Jazeera, Selasa (6/10).

Dalam video yang beredar terlihat sejumlah orang menggunakan seragam tentara secara lengkap. Mereka tampaknya sedang berada di tengah hutan.

Beberapa di antara mereka meneriakkan, "Hidup Ukraina!" "Hidup Meksiko!" "Hidup Kolombia!" Hidup Panama!"

[Gambas:Video CNN]

Rekaman itu diunggah salah satunya oleh netizen @VivoenMarte2 pada pekan lalu.

"Tentara bayaran atau personel militer Amerika Latin yang berpartisipasi dalam perang di #Ukriana mengirim salam ke Kartel Generasi Baru Jalisco dan La Chapizza dari Kartel Sinaloa," demikian tulis netizen itu.

Dia lalu berujar kedua organisasi itu bergabung untuk melawan musuh bersama yang beroperasi di Meksiko, Los Mayos-Cabreras.

Lebih lanjut, dia mengatakan bukan hal baru anggota kartel Meksiko bergabung dengan tentara bayaran Ukraina.

Sebelum ini, muncul laporan banyak warga Kolombia bergabung dengan tentara bayaran Ukraina.

Presiden Kolombia sebelumnya Gustavo Petro juga sempat menegaskan setidaknya ada 7.000 warga yang berperang di Rusia dan Ukraina demi uang.

Pernyataan ini senada dengan investigasi media Ukraina tahun lalu NV, sebanyak 7.000 warga Kolombia berperang untuk membantu Kyiv sejak 2022.

(isa/bac)
placeholder