Turki & Pakistan Sepakat Kerahkan Militer Bantu Saudi Lawan Houthi

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 09:27 WIB
Ilustrasi Bendera Arab Saudi, Turki, dan Pakistan
Ilustrasi Bendera Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Foto: iStockphoto
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki dan Pakistan sepakat mengerahkan militer untuk membantu Arab Saudi melawan serangan kelompok milisi Houthi Yaman.

Dalam pernyataan pada Senin (5/10), Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman menyatakan koalisi pertahanan antara Riyadh, Turki, dan Pakistan sepakat mengaktifkan "langkah-langkah pencegahan kolektif" sebagai tanggapan atas serangan di Saudi belakangan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komite sepakat untuk mengaktifkan langkah-langkah pencegahan kolektif, dalam kerangka aliansi, sebagai tanggapan atas serangan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut," katanya, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan aliansi telah "menegaskan kembali solidaritas dan persatuan negara kita, dalam menghadapi serangan keji terhadap Kerajaan dan tempat-tempat suci".

Turki, Saudi, dan Pakistan pada Agustus lalu meneken pakta pertahanan serupa NATO yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Pada September lalu, Turki menyatakan siap membantu Arab Saudi usai Negeri Minyak menjadi target serangan bertubi-tubi Houthi. Pakistan juga ketika itu menyatakan serangan apa pun terhadap Saudi dapat mengaktifkan pakta Mekkah.

Dalam pernyataan terpisah pada Senin, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa Islamabad dan Ankara akan "menyediakan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati dan memastikan pengerahan cepat mereka" ke Arab Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah Houthi mengeklaim menyerang bandara internasional King Khalid di Riyadh, serta kilang minyak Aramco di Rabigh.

Pernyataan ini juga dilontarkan beberapa jam setelah pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan ke Mocha untuk merebut kembali wilayah yang direbut Houthi.

(blq/dna)