Menteri Ben Gvir Klaim Seluruh Tepi Barat Milik Israel

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 16:00 WIB
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir, mengeklaim seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina, adalah milik Israel.
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir, mengeklaim seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina, adalah milik Israel. (Maya Alleruzzo / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir, mengeklaim seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina, adalah milik Israel.

Dalam pernyataan kepada Channel 14 pada Kamis (1/10), Ben Gvir mengatakan pembagian wilayah Tepi Barat berdasarkan Kesepakatan Oslo II tahun 1995 tak berlaku karena semua wilayah, baik itu A, B, atau C, merupakan milik Negeri Zionis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh wilayah adalah milik kami. Ini negara kami," kata Ben Gvir, seperti dikutip Middle East Monitor.

Berdasarkan Kesepakatan Oslo II tahun 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C.

Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali Palestina dan Israel, serta Area C berada di bawah kendali penuh Israel.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 28 September 1995 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan itu, Ben Gvir juga menyuarakan kembali ambisinya untuk membubarkan Otoritas Palestina apabila ia terpilih menjadi menteri pertahanan.

Ia juga mengaku akan mendorong emigrasi warga Palestina, dengan alasan 60 persen warga ingin melakukannya.

"Saya akan meluangkan waktu untuk ini, dan saya akan mengelola prosesnya secara berkelanjutan. Setiap minggu, saya akan mengadakan diskusi yang melibatkan semua pihak terkait," ucapnya.

Pernyataan ini muncul saat para pejabat Israel sibuk berkampanye untuk pemilihan Knesset pada 27 Oktober mendatang. Jajak pendapat terbaru menunjukkan adanya penurunan dukungan untuk koalisi yang berkuasa dan peningkatan dukungan untuk blok oposisi.

Ben Gvir berusaha mendulang dukungan dengan meningkatkan ancaman terhadap warga Palestina. Ia juga berulang kali mengunjungi Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dan melakukan ritual Talmud di Tembok Barat.

(blq/bac)
placeholder