Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir "segera setelah" pemilihan paruh waktu AS.
Hal itu, kata Trump, karena Teheran mencoba memengaruhi pemungutan suara tetapi tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi dalam menghadapi tekanan ekonomi AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," katanya kepada wartawan sebelum berangkat ke Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas, Rabu (9/9) dikutip dari Arab News.
Harga minyak juga akan turun tepat setelah pemilihan, kata Trump, sambil mengakui bahwa pembicaraan diplomatik masih mungkin tetapi bukan pilihan utama.
"Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," kata Trump.
Pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat akan dilakukan pada pada 3 November 2026. Dalam pemilu ini, akan diperebutkan 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 35 dari 100 kursi Senat, serta 39 pemilihan gubernur.
Pemilihan paruh waktu ini akan menjadi ujian besar bagi dua partai politik yang sedang dalam masa transisi dan agenda masa jabatan kedua Presiden Trump.
Hasilnya akan membentuk keseimbangan kekuasaan di Washington, memengaruhi kemampuan pemerintahan untuk memerintah, seberapa besar pengaruh yang akan dimiliki anggota parlemen oposisi, dan risiko apa yang ada di antaranya, dikutip dari laman Chatam House.
Tantangan hukum dan campur tangan pemilu dapat menyebabkan berbagai kemungkinan hasil. Namun, hasil tersebut juga akan memberikan indikasi awal tentang perdebatan, pencalonan, dan narasi yang kemungkinan akan menentukan persaingan menuju Gedung Putih pada tahun 2028.
Sementara bagi Iran, pemilu sela ini akan menjadi sorotan karena berpotensi mengubah peta politik domestik Amerika Serikat dan melemahkan posisi politik kubu Presiden Donald Trump dikutip dari Foreign Policy.
(imf/bac)

