Survei Jelang Pemilu Israel: Netanyahu Kalah Tipis dari Partai Oposisi

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 12:05 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the annual ceremony on the eve of Israel's Remembrance Day for fallen soldiers (Yom HaZikaron) at the Yad LaBanim Memorial in Jerusalem on April 20, 2026. (Photo by Marc Israel SELLEM / POOL / AFP)
Partai oposisi unggul tipis dari PM Benjamin Netanyahu jelang pemilu Israel. Foto: AFP/MARC ISRAEL SELLEM
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai-partai oposisi Israel unggul tipis dari koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam jajak pendapat terbaru menjelang pemilihan umum (pemilu) Negeri Zionis pada 27 Oktober mendatang.

Survei yang dilakukan oleh lembaga penyiaran publik, KAN, menunjukkan koalisi Netanyahu mengamankan 51 kursi dibandingkan partai-partai rivalnya yang mengantongi 52 kursi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, masing-masing capaian ini masih belum cukup untuk mengamankan 61 kursi yang dibutuhkan di Knesset.

Secara rinci, Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot mempertahankan keunggulannya dengan 23 kursi, disusul oleh Likud pimpinan Netanyahu dengan 21 kursi.

Partai Beyahad pimpinan Naftali Bennett berpeluang mendapatkan 12 kursi, sementara Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan diprediksi mendapat delapan kursi.

Jewish Power juga diperkirakan memenangkan delapan kursi, sedangkan Zionisme Religius-Zehut yang dipimpin Bezalel Smotrich akan mendapat enam kursi.

Survei ini muncul ketika Komite Pemilihan Pusat Israel pada Minggu (4/10) memutuskan bahwa Netanyahu harus membayar 29 ribu shekel (sekitar Rp170 juta) karena telah menggunakan tentara untuk berkampanye.

Netanyahu telah memimpin Israel sejak Desember 2022. Sejak menjabat, ia terus membawa negara itu ke pusara perang.

Netanyahu sedang menghadapi tuduhan kasus korupsi, yang persidangannya masih berjalan. Ia juga menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna)