Partai-partai oposisi Israel unggul tipis dari koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam jajak pendapat terbaru menjelang pemilihan umum (pemilu) Negeri Zionis pada 27 Oktober mendatang.
Survei yang dilakukan oleh lembaga penyiaran publik, KAN, menunjukkan koalisi Netanyahu mengamankan 51 kursi dibandingkan partai-partai rivalnya yang mengantongi 52 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, masing-masing capaian ini masih belum cukup untuk mengamankan 61 kursi yang dibutuhkan di Knesset.
Secara rinci, Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot mempertahankan keunggulannya dengan 23 kursi, disusul oleh Likud pimpinan Netanyahu dengan 21 kursi.
Partai Beyahad pimpinan Naftali Bennett berpeluang mendapatkan 12 kursi, sementara Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan diprediksi mendapat delapan kursi.
Jewish Power juga diperkirakan memenangkan delapan kursi, sedangkan Zionisme Religius-Zehut yang dipimpin Bezalel Smotrich akan mendapat enam kursi.
Survei ini muncul ketika Komite Pemilihan Pusat Israel pada Minggu (4/10) memutuskan bahwa Netanyahu harus membayar 29 ribu shekel (sekitar Rp170 juta) karena telah menggunakan tentara untuk berkampanye.
Netanyahu telah memimpin Israel sejak Desember 2022. Sejak menjabat, ia terus membawa negara itu ke pusara perang.
Netanyahu sedang menghadapi tuduhan kasus korupsi, yang persidangannya masih berjalan. Ia juga menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.

