Fakta-fakta Kasus Perkosaan di Universitas Cornell

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 17:30 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands pressed against a glass window. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is
Jaksa penuntut negara bagian New York membuka kembali penyelidikan dugaan pemerkosaan di Universitas Cornell pada 2024. (Istockphoto/coldsnowstorm)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaksa penuntut negara bagian New York membuka kembali penyelidikan dugaan pemerkosaan di Universitas Cornell pada 2024.

Korban yang diidentifikasi secara anonim sebagai Jane Doe mengajukan gugatan pada 16 September dengan tuduhan bahwa ia dibius dan diperkosa oleh sekumpulan mahasiswa universitas tersebut di sebuah rumah yang menjadi markas mereka.

Para pelaku dijuluki sebagai Cornell Seven. Jane Doe dalam gugatannya juga menyebut universitas telah gagal melindunginya maupun menghukum para pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Apa gugatannya?

Dalam gugatan setebal 101 halaman, Jane Doe mengaku mengalami pelecehan dan penganiayaan seksual dari sejumlah mahasiswa laki-laki di rumah perkumpulan Chi Phi di Kota Ithaca.

Jane Doe menyebut bahwa pada 19 Oktober 2024, tujuh pria dari perkumpulan tersebut menyerangnya berjam-jam dalam insiden yang melibatkan alkohol dan ketamin.

Saat itu, ia berusia 20 tahun dan merupakan mahasiswi Cornell. Jane Doe mengaku bahwa ketika peristiwa terjadi, ia dalam keadaan mabuk dan tidak mampu memberikan persetujuan.

Berdasarkan pengakuan Jane Doe, pada malam itu, ia pergi ke markas Chi Phi untuk menemui seorang teman laki-laki, meninggalkan teman-teman perempuan seorganisasinya usai minum-minum.

Gugatan ini mencakup gambar yang diduga berasal dari obrolan group markas di mana seorang anggota memberitahu anggota lain, dengan kata-kata vulgar, bahwa ada potensi untuk melakukan perbuatan seksual dengan Jane Doe.

Dalam gugatan ini, Jane Doe bukan cuma menggugat para pelaku, tetapi juga perkumpulan mahasiswa serta pihak universitas. Ia menuduh ada kelalaian dan pelanggaran kontrak dari kedua entitas tersebut.

Jane Doe menuduh universitas telah memberikan keringanan hukum kepada para pelaku jika mereka mengirimkan esai. Pengacara Jane Doe menyebut kliennya sangat trauma atas peristiwa ini.

2. Bagaimana respons universitas?

Menurut pengakuan Jane Doe, ia melaporkan insiden ini ke universitas dua minggu setelah peristiwa.

Universitas Cornell tak lama kemudian merilis pernyataan publik mengenai "tuduhan serius dan sangat meresahkan tentang penyalahgunaan narkoba dan kekerasan seksual di rumah perkumpulan mahasiswa Chi Phi".

Universitas juga menyatakan bahwa polisi telah menggelar penyelidikan dan pihaknya membuka investigasi internal serta penyelidikan berdasarkan hukum Title IX, yang melarang diskriminasi berdasarkan jenis kelamin di sekolah-sekolah yang menerima dana pemerintah federal.

Menyusul gugatan Jane Doe, universitas membantah tuduhan bahwa pihaknya tidak cukup menyelidiki atau menghukum para terduga pelaku.

Universitas mengeklaim para mahasiswa yang terlibat telah diberikan "berbagai sanksi, termasuk dikeluarkan dan ditangguhkan dari Cornell". Keputusan itu dibuat oleh "panel yang terdiri dari dosen dan staf terlatih".

3. Kenapa kasus ini dibuka kembali?

Jaksa penuntut umum tertinggi di wilayah tersebut, Matthew Van Houten, menyatakan kasus ini akan ditangani "dengan cara yang paling objektif dan tidak memihak" melalui dewan juri.

Van Houten mengatakan pernyataan Jane Doe pada November 2024 tidak menyertakan pengakuan bahwa ia dicekoki narkoba tanpa persetujuan serta diperkosa ramai-ramai.

"Sebaliknya, pernyataan Jana Doe menggambarkan partisipasinya dalam penggunaan narkoba dan kegiatan seksual sebagai tindakan sukarela, sadar, dan berdasarkan persetujuan," katanya, seperti dikutip BBC.

(blq/end)
placeholder