Kafe-kafe Warga Israel di India Diklaim Diskriminasi Warga Lokal

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 07:05 WIB
National Flag of India Against Defocused City Buildings
Ilustrasi bendera India. Foto: iStockphoto/da-kuk
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang turis India mengeluhkan perlakuan sejumlah kafe dan restoran di Dharamkot, Himachal Pradesh, yang disebut lebih mengutamakan wisatawan asing.

Dalam unggahan media sosial, turis tersebut bahkan mengaku merasa seperti "warga kelas tiga" saat berkunjung ke kawasan pegunungan itu.

Turis tersebut mengatakan dirinya datang ke Dharamkot dengan antusias setelah melihat berbagai rekomendasi dan video tentang keindahan kawasan tersebut. Namun, pengalaman yang didapat justru berbeda dari ekspektasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai orang India, jujur saja saya merasa seperti warga negara kelas tiga di sana," tulisnya dalam unggahan yang dikutip NDTV.

Ia mengaku mendapat perlakuan tidak ramah ketika mengunjungi sejumlah kafe dan restoran. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya merasa tidak diterima meski datang sebagai pelanggan.

Turis tersebut juga mengklaim rombongannya beberapa kali ditolak masuk ke restoran di kawasan tersebut.

Saat akhirnya mendapatkan tempat duduk, ia mengaku melihat wisatawan Israel mendapat pelayanan lebih cepat dibandingkan dirinya dan rombongannya. Menurutnya, wisatawan Israel bahkan menerima makanan lebih dulu meski memesan menu yang sama dan rombongannya telah memesan terlebih dahulu.

"Yang lebih menyakitkan adalah melihat turis Israel mendapatkan makanan mereka lebih dulu, padahal kami memesan menu yang sama persis sebelum mereka," tulisnya.

Ia awalnya mencoba menganggap pengalaman tersebut sebagai kejadian biasa. Namun, setelah melihat situasi serupa berulang kali, ia mengaku mulai merasa "merusak suasana hati saya".

Keluhan serupa pernah muncul pada 2015

Keluhan mengenai dugaan perlakuan berbeda terhadap warga India di tempat usaha yang dikaitkan dengan warga Israel sebenarnya pernah muncul lebih dari satu dekade lalu.

Pada 2015, sebuah kafe di desa Kasol, Himachal Pradesh, menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa tempat tersebut menerapkan kebijakan pelanggan yang disebut hanya menerima orang "berkulit putih".

Kafe Freekasol dilaporkan menyajikan makanan Israel dan secara luas diberitakan sebagai kafe milik warga Israel.

Seorang perempuan India, Ritika, mengaku ditolak masuk ke kafe tersebut ketika datang bersama pasangannya yang berkewarganegaraan Inggris, Stefan.

Ritika mengatakan dirinya diberi alasan bahwa kafe tersebut hanya diperuntukkan bagi anggota. Namun, ketika Stefan yang berkulit putih datang ke kafe dan meminta menu, ia justru diberikan menu.

"Pelanggannya semuanya berkulit putih. Sebagian besar pengunjung adalah orang Israel," kata Stefan, seperti dilaporkan Channel 10 News.

Laporan pada 2015 juga memuat kesaksian sejumlah orang yang mengaku mengetahui kebijakan kafe tersebut.

Seorang warga Israel mengatakan dia pernah melihat tiga pemuda India diminta meninggalkan kafe meski mereka sudah duduk di dalam. Menurutnya, pemilik kafe menghampiri ketiga pemuda tersebut dan meminta mereka pergi.

Seorang warga Israel lainnya justru mengatakan dirinya mendukung kebijakan tersebut. Ia mengklaim pelanggan India terkadang memesan makanan dalam jumlah besar tetapi kemudian tidak mampu membayar.

"Menurut saya itu wajar, karena Anda tidak bisa mempercayai mereka," katanya.

Pemilik kafe ketika itu menolak memberikan komentar mengenai laporan tersebut. Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian luas di India dan dilaporkan memicu kritik terhadap Israel di media sosial.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)