Mojtaba Khamenei Klaim Sukses Usir Musuh, Iran Menang Perangi AS?

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 19:45 WIB
In this picture obtained from Iran's ISNA news agency, Mojtaba Khamenei (C), son of Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei, attends a gathering in Tehran on March 2, 2016. (Photo by ROUHOLLAH VAHDATI / ISNA / AFP)
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeklaim berhasil memukul mundur pasukan musuh dari perairan lepas pantai Iran selatan hingga ke Laut Arab. (Foto: AFP/ROUHOLLAH VAHDATI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeklaim berhasil memukul mundur pasukan musuh dari perairan lepas pantai Iran selatan hingga ke Laut Arab.

Khamenei juga memperingatkan bahwa pasukan Iran juga akan segera mengusir pasukan-pasukan musuh dari Laut Arab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah menerima pukulan telak dari para pejuang pemberani kami dan para penjaga Selat Hormuz, mereka (musuh) tidak lagi berani bergerak melampaui Laut Arab," kata Khamenei dalam sebuah pesan yang dirilis pada Senin (28/9).

Pesan itu dirilis untuk memperingati Perang Iran-Irak dan mengenang pembunuhan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, oleh Israel pada 2024.

Dalam pesan itu, Khamenei juga mengungkap bahwa perang yang ditabuh oleh musuh tak pernah melemahkan Iran, justru malah mendatangkan kerugian bagi musuh Teheran sendiri.

"Setiap kali mereka mencoba mengambil risiko tersebut, mereka justru mendatangkan kerugian bagi diri mereka sendiri. Kini, semakin dekat waktunya ketika Laut Arab juga akan dibersihkan dari keberadaan mereka," ucap Khamenei seperti dikutip Al Jazeera.

Khamenei belum juga muncul ke publik sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di hari pertama perang pecah pada Februari lalu.

Sejauh ini, Iran hanya merilis pesan tertulis dan sejumlah foto yang menunjukkan kehadiran Khamenei di pemerintahan di tengah peperangan dengan AS.

Namun, banyak pihak yang makin mempertanyakan kondisi dan keberadaan Khamenei lantaran ia tak kunjung muncul bahkan selama proses pemakaman sang ayah yang berlangsung selama kurang lebih sepekan.

Sejumlah laporan intelijen menuturkan Khamenei ikut terluka parah imbas serangan AS-Israel.

Namun, baru-baru ini Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Khamenei tidak mengalami masalah kesehatan serius. Ia juga membantah isu mengenai cedera parah yang dialami Khamenei akibat serangan gabungan AS pada Februari lalu.

Pernyataan terkait kondisi kesehatan Mojtaba disampaikan Pezeshkian dengan merujuk pada latar belakangnya sebagai seorang dokter.

"Dari sudut pandang medis, beliau sepenuhnya sehat," kata Pezeshkian kepada stasiun televisi AS, CBS News dalam wawancara yang ditayangkan pada Minggu (27/9) waktu setempat.

Pezeshkian mengatakan dirinya sudah dua kali bertemu dengan Khamenei, dengan pertemuan terakhir bahkan berlangsung selama lebih dari 7 jam.

(rds)
placeholder