Menkeu AS Kirim Utusan ke Seluruh Dunia, Ajak Kucilkan Iran

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 13:00 WIB
Menkeu AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia telah mengirim utusan ke seluruh dunia untuk menekan negara-negara agar mengisolasi Iran secara ekonomi.
Menkeu AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia telah mengirim utusan ke seluruh dunia untuk menekan negara-negara agar mengisolasi Iran secara ekonomi. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tekanan Amerika Serikat terhadap Iran masih terus berlanjut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Sabtu (26/9) bahwa ia telah mengirim utusan ke seluruh dunia untuk menekan negara-negara agar mengisolasi Iran secara ekonomi.

"Atas arahan saya, tim-tim dikirim ke seluruh dunia untuk berinteraksi dengan berbagai negara dan menuntut tindakan terhadap rezim Iran," katanya di X. "Upaya-upaya ini membuahkan hasil."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, kata Bessent, sudah kelihatan. Dia mencatat bahwa Turki dan Oman telah menghentikan penerbangan masuk dari maskapai swasta Mahan Air, sementara Uni Emirat Arab telah menghentikan semua penerbangan dari maskapai Iran.

Dubai, pusat perdagangan Uni Emirate Arab, adalah tujuan utama bagi maskapai penerbangan Iran, dengan banyak penerbangan harian, komunitas Iran yang besar, dan hubungan bisnis yang erat.

Bessent juga menyoroti pembatasan perbankan baru.

Pada hari Rabu, bank sentral UEA memblokir transaksi ke dan dari Iran oleh cabang-cabang Bank Melli Iran, dengan menuduh bank tersebut melanggar undang-undang tentang pencucian uang, terorisme, dan proliferasi senjata.

Pekan lalu, Turki mencabut izin operasional Bank Mellat Iran, sebuah entitas keuangan semi-swasta yang telah dikenai sanksi Barat selama bertahun-tahun.

Sebuah artikel Wall Street Journal yang dibagikan oleh Bessent mengatakan bahwa Jonathan Burke, asisten sekretaris Departemen Keuangan untuk pendanaan terorisme, melakukan perjalanan melintasi Timur Tengah dan Eropa selama dua minggu untuk mendorong rencana untuk memberlakukan apa yang disebut Bessent sebagai "Hari-H ekonomi" pada Teheran.

[Gambas:Video CNN]

Departemen Keuangan AS disebut telah mengadakan diskusi dengan lebih dari 50 negara.

Bessent mengatakan pada hari Senin bahwa semua maskapai penerbangan Iran "akan ditutup di seluruh dunia."

Namun, maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil terus mengoperasikan rute internasional, khususnya ke China, yang menolak untuk tunduk pada tekanan AS.

Laporan Gulf News menyebutkan, Ashianeh, sebuah maskapai penerbangan Iran yang kurang dikenal jadi andalan delegasi Iran.

Maskapai ini tidak mengoperasikan layanan penumpang terjadwal atau menjual tiket ke publik dan tampaknya tidak berada di bawah sanksi AS atau Uni Eropa ketika Pezeshkian meninggalkan Teheran.

Penggunaan pesawat tersebut pada perjalanan keberangkatan menggambarkan salah satu kesulitan yang dihadapi Washington dalam upaya mengisolasi sektor penerbangan Iran sepenuhnya.

Informasi dari situs Plane Spotters menyebutkan, Ashianeh adalah sebuah maskapai penerbangan asal Iran yang baru-baru ini menarik perhatian publik dunia. Maskapai ini berfungsi sebagai operator penerbangan khusus pemerintah atau misi VIP untuk pejabat tinggi Iran.

(imf/bac)
placeholder