Sejumlah dokter memperingatkan risiko kesehatan serius usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan naik berat badan sebanyak 10 kilogram dalam tiga tahun.
Direktur Pusat Nasional untuk Berat Badan dan Kesejahteraan, Dr. Scott Kahan, mengatakan obesitas yang dialami Trump harus segara ditangani untuk mencegah kondisi yang tak diinginkan.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu bahwa obesitas merupakan faktor risiko kuat untuk berbagai masalah kesehatan, termasuk kecacatan dan kematian dini," kata Kahan kepada Washington Post.
"Mengatasi obesitas untuk melindungi kesehatan Presiden harus menjadi prioritas yang sama seperti Secret Service memastikan perlindungan untuk keselamatannya," lanjutnya, seperti dikutip Independent.
Saat pemeriksaan kesehatan bulan Mei, bobot tubuh Trump dilaporkan naik menjadi sekitar 238 pon. Ini 14 pon lebih berat dari bobot tubuhnya tahun lalu dan 23 pon lebih berat dari tiga tahun lalu.
Trump, yang kini berusia 80 tahun, dikenal sebagai penggila McDonald's dan Diet Coke. Ia juga gemar ngemil saat larut malam.
Kesehatan Trump sudah beberapa kali menjadi sorotan terutama ketika publik mendapati memar pada tangannya dan pembengkakan pada kakinya.
Trump telah disarankan oleh dokter Gedung Putih untuk makan makanan sehat dan banyak berolahraga guna menurunkan berat badan. Namun, saran tersebut tampaknya tak begitu berarti.
Dr Stuart Fischer, mantan dokter ruang gawat darurat yang kini dokter spesialis penyakit dalam, mengatakan dokter pribadi Trump mestinya sudah mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah obesitas sang Presiden.
Lihat Juga : |
"Fakta bahwa dokternya belum berhasil meyakinkannya tentang berat badan, menurut saya agak menarik," ucapnya.
"Ini seharusnya menjadi perhatian," lanjutnya.
Gedung Putih telah menepis kekhawatiran mengenai kebugaran fisik Trump. Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle mengatakan bahwa kondisi sang Presiden sangat baik.
"Ketajaman Presiden Trump, energi yang tak tertandingi, etos kerja yang tak kenal lelah, dan aksesibilitas historisnya sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama pemerintahan sebelumnya ketika Demokrat dan media arus utama sengaja menutupi penurunan mental dan fisik Joe Biden dari rakyat Amerika," kata Ingle kepada Washington Post.
Lihat Juga : |
"Presiden Trump adalah presiden paling tajam dan paling mudah diakses dalam sejarah Amerika yang bekerja tanpa henti untuk menyelesaikan masalah dan menepati janjinya," imbuhnya.
(blq/bac)


