2 Negara NATO Kerahkan Jet Tempur Cegat Armada Pesawat Rusia 'Nakal'

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 17:10 WIB
A Belgian F-16 jet fighter takes part in the NATO Air Nuclear drill
Angkatan Udara Finlandia bersama Swedia mengerahkan sejumlah jet tempur mencegat armada jet tempur Rusia yang terdeteksi menerobos masuk Gulf of Finland. (Foto: AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angkatan Udara Finlandia bersama Swedia mengerahkan sejumlah jet tempur untuk mencegat jet tempur Rusia yang terdeteksi menerobos masuk wilayah udara dan terbang di atas Gulf of Finland, Jumat (25/9).

Angkatan Udara Finlandia melaporkan kedua negara Nordik itu mengerahkan serangkaian jet tempur Quick Reaction Alert (QRA) yang memang dibentuk untuk merespons insiden serupa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Finlandia mencatat armada Rusia yang menerobos wilayah udaranya ini merupakan unit khusus, yang terdiri dari sebuah pesawat Tu-134, beberapa jet tempur MiG-31, dan sejumlah jet tempur Su-30.

Dikutip AFP, Finlandia mengakui armada pesawat militer Rusia tersebut terbang di atas "wilayah udara internasional di atas Gulf of Finland."

Namun, kedua negara anggota Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) itu tetap bersiaga lantaran posisi pesawat-pesawat Rusia tersebut yang dekat dengan wilayah teritorial dua negara Nordik tersebut.

Selain itu, insiden ini juga berlangsung kala ketegangan di Laut Baltik terus meningkat dala, beberapa tahun terakhir terutama sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.

Sejak itu, negara-negara Eropa timur kerap mengalami insiden di mana beberapa pesawat hingga drone Rusia menerobos masuk wilayah udara mereka.

Menurut militer Finlandia, operasi QRA ini menjadi operasi "misi identifikasi" bersama pertama yang dilakukan angkatan udaranya dan Swedia.

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson turut buka suara soal insiden pencegatan armada pesawat Rusia ini.

Melalui unggahan di X, Kristersson mengatakan "Laut Baltik berada di titik paling rawan dan rentan."

Meski begitu, ia juga memastikan bahwa kawasan tersebut berada dalam pertahanan dan penjagaan yang terbaik.

Di sisi lain, sejauh ini belum ada komentar atau tanggapan resmi dari Rusia terkait insiden pencegatan pesawat-pesawatnya ini.

(rds)
placeholder