Coba Bully Delegasi Iran Pakai Starlink, Dubes Israel Malah Dicuekin

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 18:55 WIB
Israel Ambassador Danny Danon listens during a United Nations Security Council meeting, following a ballistic missile attack on Israel, at U.N. headquarters in New York City, U.S., October 2, 2024. REUTERS/Stephani Spindel
layanan internet satelit berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan dirgantara milik Elon Musk. (Foto: REUTERS/STEPHANI SPINDEL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon berupaya mengejek dengan mendekati meja delegasi Iran saat sesi debat umum di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat.

Dalam video yang diunggah Danon di X pada Jumat (25/9), dia tampak berjalan ke arah delegasi Iran sembari membawa perangkat Starlink mini. Starlink merupakan layanan internet satelit berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu delegasi Iran yang tampaknya fokus memantau pidato tak menggubris ejekan Danon. Dia bahkan tak sudi memandang Dubes Israel itu.

"Perwakilan Iran tidak mau Starlink," tulis Danon di X.

Danon dan Israel tampak ingin menyindir Iran soal kebebasan berekspresi dan demokrasi, lantaran selama demonstrasi besar-besaran pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini Teheran memblokir jaringan internet dan komunikasi hingga arus berita sulit diakses dunia luar.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut membawa perangkat Starlink sambil menyindir Iran.

Namun, langkah Danon itu menuai banyak komentar. Beberapa netizen justru mengkritik sikap Danon dan menyoroti agresi pasukan Zionis di Palestina.

"Dia bahkan tak tahu Anda ada di sana. Itu lah kenapa Anda engga nyambung. Dunia membenci Anda," tulis netizen dalam kolom komentar.

Beberapa yang lain meninggalkan komentar meme yang mengejek Israel atau Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Tak ada alasan atau informasi lebih lanjut tujuan Danon mendekati delegasi Iran sembari membawa perangkat Starlink.

Namun, akses internet di Iran menjadi sorotan sejak demonstrasi massal pada Desember tahun lalu hingga Januari. Kala itu, Amerika Serikat dan Israel menyebut pemerintah yang berbasis di Teheran sengaja memutus jaringan internet.

Situasi serupa juga terjadi saat AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari lalu. Saat itu, bahkan tak cuma internet yang diputus, warga Iran juga mengalami pemadaman imbas serangan kedua negara tersebut.

Internet yang terputus membuat koneksi Iran terhadap dunia juga terputus. Imbasnya, komunitas internasional tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di negara itu, kecuali dari sisi AS-Israel.

(isa/rds)
placeholder