Presiden Suriah Sindir Trump: Kasih New Jersey untuk Israel

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 13:50 WIB
Syrian President Ahmed al-Sharaa looks on during a joint press conference with France's President in Damascus on July 7, 2026. French President Emmanuel Macron arrived in Damascus on July 6, 2026 for the first visit by a Western European head of stat
Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyindir Presiden AS Trump dengan lelucon soal New Jersey saat membahas status Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan lelucon soal New Jersey saat membahas status Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Al-Sharaa mengatakan ia bercanda kepada Trump agar memberikan New Jersey kepada Israel jika memang ingin memberikan wilayah kepada negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).

"Saya bilang kepadanya, mengapa Anda tidak memberi mereka New Jersey, jika Anda memang ingin memberikan sebagian tanah kepada Israel," kata Al Sharaa, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

Al Sharaa kemudian menjelaskan alasan di balik lelucon tersebut. Menurutnya, New Jersey merupakan wilayah yang identik dengan Partai Demokrat yang tidak memilih Trump dalam pemilu.

"Saya pikir New Jersey adalah milik Partai Demokrat dan mereka tidak memilih Presiden Trump, jadi akan baik jika kita memberikannya kepada mereka," ujarnya.

Meski melontarkan candaan tersebut, Al Sharaa menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah dan tidak dapat diserahkan kepada pihak lain.

"Trump memiliki New Jersey, tetapi dia tidak memiliki Dataran Tinggi Golan. Terlepas dari lelucon ini, Dataran Tinggi Golan adalah milik rakyatnya, dan baik presiden Suriah maupun presiden AS tidak berhak untuk menyerahkannya kepada pihak lain," katanya.

Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Al Sharaa juga menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan akan tetap menjadi bagian dari Suriah. Ia menyebut pendudukan dan serangan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.

"Golan akan tetap menjadi wilayah Suriah dan setiap upaya yang melanggar kedaulatan Suriah dan hukum internasional akan dihentikan," ujar Al-Sharaa.

Al Sharaa juga menyampaikan penghormatannya kepada Trump. Ia mengatakan Trump telah mendukung Suriah dan mengambil keputusan untuk mencabut sanksi terhadap negara tersebut.

"Presiden Trump adalah orang yang membela Suriah, mendukungnya, dan mengeluarkan keputusan bersejarah untuk mencabut sanksi terhadap Suriah," kata Al-Sharaa.

"Saya sangat menghormatinya dan saya memiliki hubungan yang sangat istimewa dengannya," lanjutnya.

Israel menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan dalam perang 1967. Israel kemudian mendeklarasikan aneksasi wilayah tersebut pada 1981.

Dewan Keamanan PBB menolak langkah tersebut melalui Resolusi 497 yang menyatakan keputusan Israel untuk memberlakukan hukum dan administrasinya di Golan sebagai tindakan yang "batal demi hukum".

Sebagian besar negara masih menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah yang berada di bawah pendudukan Israel. AS dan Kolombia menjadi negara yang disebut telah mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

(blq/bac)
placeholder