Presiden Iran Masoud Pezeshkian membawa foto anak-anak sekolah di Minab yang tewas dalam serangan Amerika Serikat, saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pidato pada Rabu (23/9), Pezeshkian menunjukkan foto anak-anak sekolah tak berdosa yang meninggal akibat bom AS pada Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang dari Iran, tempat mereka mengebom sebuah sekolah. Anda lihat anak-anak ini? Anak-anak ini tewas akibat bom dan senjata yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Israel," kata Pezeshkian sambil menunjukkan foto tersebut.
"Mereka tidak berdosa, mereka tidak melakukan kejahatan apa pun," ucapnya.
Pada 28 Februari, Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, diserang dengan rudal. Sebanyak 120 anak tewas, serta puluhan guru dan orang tua meninggal dunia.
Investigasi independen menemukan bahwa serangan tersebut diluncurkan militer AS dengan menggunakan rudal Tomahawk. AS dinilai menyerang sekolah karena lokasinya berdekatan dengan pangkalan militer.
Wakil Presiden AS JD Vance pada September mengakui personel Washington kemungkinan telah "melakukan kesalahan" hingga menyebabkan jatuhnya korban sipil.
Pada pidato di PBB, Pezeshkian juga membawa foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang juga tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.
Dalam pidato itu, Pezeshkian mengatakan rakyat Iran menjadi korban terorisme dan mengutuk serangan ilegal AS terhadap negara Timur Tengah ini.
"Saya berasal dari Iran di mana pemimpin tertinggi kami yang terhormat dibunuh tanpa kerangka hukum atau alasan apa pun," kata Pezeshkian. Khamenei tewas dalam serangan brutal AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Tak cuma dia, anak perempuan, menantu, cucunya juga terbunuh dalam operasi itu.
(blq/dna)

