Ukraina Tembak 1.600 Drone ke Rusia: 3 Tewas, Kilang Minyak Meledak

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 06:15 WIB
Smoke columns rise after strikes in an oil refinery in Moscow, Russia, September 20, 2026, in this screengrab from a video obtained from social media. Social Media/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. NO RESAL
Penampakan kilang minyak di Moskow Rusia kena hantam drone Ukraina pada Minggu (20/9). Foto: Social Media via REUTERS/Social Media
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga orang tewas dan sebuah kilang minyak utama Rusia mengalami kebakaran besar, imbas 1.600 drone yang ditembakkan Ukraina ke wilayah ibu kota Moskow, Rusia, pada Minggu (20/9) waktu setempat.

Serangan masif ini terjadi di hari terakhir penyelenggaraan pemilu parlemen Rusia.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat, di mana 450 di antaranya ditembakkan mengarah ke ibu kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Ukraina juga menyebabkan sebuah fasilitas di kilang minyak Moskow mengalami kebakaran akibat gelombang serangan tersebut dan layanan darurat telah dikerahkan. Kilang minyak utama itu sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Sobyanin menuduh Ukraina berupaya mengganggu jalannya pemilu tiga hari di Rusia yang dikontrol ketat.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh gagal mencapainya," ujar Sobyanin.

Gubernur Moskow, Andrey Vorobyov, mengatakan dua orang yang tewas terjadi dalam dua serangan terpisah oleh Ukraina, sementara korban ketiga kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

Selain korban tewas, kebakaran yang dipicu oleh jatuhnya drone ke sebuah gedung berlantai 21 memaksa evakuasi terhadap 400 orang penghuninya.

Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut.

"Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," tulis Zelensky di X.

"Salah satu fasilitas utama industri minyak Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor berhasil diserang. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," imbuhnya.

Serangan ini terjadi di tengah langkah Ukraina yang semakin mengintensifkan serangan drone jarak jauh ke Rusia, khususnya yang menyasar infrastruktur energi untuk memutus sumber pendapatan vital Rusia untuk mendanai perang.

(dna)