Uni Eropa Sesalkan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 16:44 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat di Sidang Umum PBB di New York.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat di Sidang Umum PBB di New York. (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Eropa menyesalkan keputusan Amerika Serikat yang menolak memberikan visa kepada pejabat Palestina, terutama Presiden Mahmoud Abbas, untuk menghadiri Sidang Umum PBB di New York pekan depan.

Ini merupakan kedua kalinya secara berturut-turut AS menolak memberikan visa terhadap delegasi Palestina. Di sisi lain, AS memberikan visa terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan delegasinya.

Uni Eropa pun mendorong AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya soal penolakan pemberian visa terhadap delegasi Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyesalkan keputusan untuk memperpanjang penolakan visa masuk bagi anggota delegasi Palestina untuk tahun kedua berturut-turut," kata juru bicara dinas diplomatik Uni Eropa, Anouar El Anouni, Sabtu (19/9), seperti dikutip AFP.

"Mengingat perjanjian yang ada mengenai markas besar PBB serta kewajibannya sebagai negara tuan rumah, kami mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini."

Dua Tahun Beruntun

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga menolak memberikan visa kepada delegasi Palestina tahun lalu, sehingga Abbas, yang rutin menghadiri Sidang Umum PBB, terpaksa menyampaikan pidatonya kepada forum para pemimpin dunia tersebut melalui video.

Majelis Umum PBB pada Kamis melakukan pemungutan suara dengan hasil 152-3 yang memungkinkan Abbas kembali tampil secara virtual tahun ini.

Dalam kondisi saat ini, hanya anggota misi Palestina untuk PBB yang dapat menghadiri pertemuan tersebut. Sidang Majelis Umum akan dimulai pada Selasa pekan depan.

Pada Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan penyesalannya atas keputusan AS. Ia mengatakan khawatir keputusan tersebut berdampak "pada kemampuan Negara Palestina untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa".

Keputusan untuk menolak visa masuk bagi Abbas ini kembali diambil AS ketika kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina juga kembali meningkat terlepas dari gencatan senjata yang disepakati dengan bantuan mediator AS.

(rds)
placeholder