Perwira NATO Spanyol Dihukum Gegara Pacari Wanita Kelahiran Rusia

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 22:00 WIB
Seorang perwira angkatan laut Spanyol di Komando Maritim Sekutu NATO di Inggris dihukim skors dari tugas setelah memacari dengan wanita Rusia.
Ilustrasi pasukan NATO. (AFP/ANDREI PUNGOVSCHI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang perwira angkatan laut Spanyol yang bertugas di Komando Maritim Sekutu NATO (MARCOM) di Inggris dihukim skors dari tugas setelah menjalin hubungan dengan seorang wanita kelahiran Rusia.

Hubungan tersebut memicu penyelidikan keamanan karena muncul kekhawatiran wanita itu memiliki kaitan dengan intelijen Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwira yang identitasnya dirahasiakan itu sebelumnya bertugas di Markas Besar MARCOM di Northwood, Hertfordshire, Inggris.

Komando tersebut bertanggung jawab memantau aktivitas kapal selam Rusia, kapal perang di perairan Inggris, serta kapal tanker minyak yang terkait dengan "armada bayangan" Rusia.

Perwira Spanyol tersebut dilaporkan bertemu Janina White, 49, melalui aplikasi kencan Tinder pada Oktober 2024. White diyakini lahir di Uni Soviet, sebelum pindah ke Polandia dan kemudian Inggris saat masih remaja.

White kini tinggal di Romford, London, dan memiliki kewarganegaraan Polandia-Inggris.

Ia dilaporkan baru berpisah dari suaminya yang berkewarganegaraan Inggris ketika mulai menjalin hubungan dengan perwira Spanyol tersebut. Perwira itu juga disebut telah berpisah dari istrinya sebelum hubungan tersebut dimulai.

Kekhawatiran keamanan muncul pada Desember 2024. Berdasarkan dokumen pengadilan, White dan perwira Spanyol itu menghadiri acara Natal di Markas Besar Northwood.

Sehari setelah acara tersebut, White dilaporkan menemani pasangannya ke Oeiras, Portugal, ketika sang perwira menghadiri pertemuan resmi di Naval Striking and Support Forces NATO.

Fasilitas tersebut menjadi pusat NATO untuk mengintegrasikan pasukan maritim Amerika Serikat ke dalam operasi aliansi.

White mengatakan kunjungan ke fasilitas NATO itu merupakan satu-satunya kunjungannya yang signifikan ke fasilitas NATO. Ia juga membantah pernah memasuki area yang bersifat rahasia.

Meski demikian, kunjungan tersebut memicu penyelidikan keamanan oleh NATO dan otoritas militer Spanyol.

Pada 19 Juni 2025, komandan pangkalan mencabut izin akses perwira Spanyol tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan.

Pada musim panas tahun yang sama, otoritas Spanyol menangguhkan izin keamanannya dan mengakhiri penugasannya di MARCOM.

Pada Agustus 2025, White dan perwira tersebut dilaporkan kembali mencoba memasuki Markas Besar Northwood. Keduanya ditolak masuk dan polisi dipanggil ke lokasi. Tidak ada penangkapan dalam insiden tersebut.

Perwira Spanyol itu kemudian dipanggil kembali ke negaranya.

White juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah didatangi seorang pria ketika mengunjungi ayahnya di St. Petersburg, Rusia. Pria tersebut mengaku sebagai petugas Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) bernama "Andrei".

Menurut White, pria itu mengajaknya minum kopi dan kemudian menanyainya selama sekitar dua jam. Pertanyaan tersebut terutama berkaitan dengan penyelidikan dan pekerjaan pasangannya yang berkewarganegaraan Spanyol.

White membantah memberikan informasi kepada pria tersebut maupun memiliki hubungan dengan badan intelijen Rusia.

Ia kini mengajukan peninjauan yudisial dan menggugat Kementerian Pertahanan Inggris atas dugaan diskriminasi berdasarkan warisan Rusianya.

White dan mantan pasangannya, yang kini telah berpisah, mengaku merasa dikhianati oleh negara masing-masing. Keduanya juga menilai penyelidikan tersebut bermula dari rumor yang disebarkan oleh pasangan seorang petugas lain yang ditempatkan di Northwood.

MARCOM menolak berkomentar mengenai kehidupan pribadi perwira tersebut.

"MARCOM tidak berkomentar tentang masalah pribadi. NATO tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melindungi personel sekutu, menjaga informasi rahasia, dan mempertahankan kepercayaan serta keamanan yang menjadi dasar aliansi," kata juru bicara MARCOM.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan komentar karena perkara tersebut masih dalam proses hukum.

"Tidak pantas untuk berkomentar tentang hal-hal yang sedang dalam proses hukum," ujar juru bicara tersebut.

(mge/bac)
placeholder