Trump Mau Pasok 40 Ribu Bom ke Israel saat Eropa Makin Jauhi Tel Aviv

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 10:20 WIB
US President Donald Trump (R) and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu shake hands as they arrive to speak to journalists during a joint press conference at Trumps Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 29, 2025. US President D
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang mempersiapkan paket senjata senilai Rp49 triliun untuk dijual kepada Israel. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang mempersiapkan paket senjata senilai US$2,8 miliar (sekitar Rp49 triliun) untuk dijual kepada Israel.

Seorang pejabat AS yang mengetahui rencana ini mengatakan kepada Reuters bahwa paket tersebut berisi 40.000 bom seberat 2.000 pon. Senjata ini mencakup 20.000 bom MK-84 dan 20.000 bom BLU-117.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komite-komite kongres terkait disebut telah diinformasikan secara informal mengenai rencana penjualan tersebut.

Menurut laporan Associated Press (AP), sebagian besar paket akan dibayar melalui skema Pembiayaan Militer Asing AS. Program ini menyediakan dana bagi Israel untuk membeli senjata AS, yang artinya mayoritas amunisi ditanggung oleh warga AS.

Proposal penjualan ini disebut-sebut yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Para politikus Washington telah mengkritik usulan ini, mengingat dampak dahsyatnya terhadap warga sipil di Gaza. Komentator politik Tucker Carlson juga menyebut jumlah bom yang hendak dijual AS nyaris setara dengan ketika AS melancarkan serangan udara terbesar di Perang Dunia II.

"Jumlahnya mencapai 40.000 ton bom. Sebagai perbandingan, serangan udara terbesar AS selama Perang Dunia II yaitu ketika Angkatan Udara Kedelapan menyerang Berlin pada Maret 1945. Sebanyak 2.023 pesawat Sekutu yang terlibat menjatuhkan sekitar 3.000 ton bom. Itu 7,5 persen dari apa yang dikirim Trump ke Israel," ujarnya, seperti dikutip Middle East Monitor.

Lebih lanjut, Carlson juga menyoroti peristiwa ketika AS melancarkan serangan bom paling destruktif dalam sejarah umat manusia.

"Angkatan Udara dan Angkatan Darat AS memulai serangan bom paling merusak dalam sejarah manusia, yaitu Operasi Meetinghouse di Tokyo. Lebih dari 100.000 warga sipil Jepang terbunuh. Di akhir operasi itu, AS menjatuhkan 1.600 ton bom. Ini hanya empat persen dari yang Trump kirim ke Israel," ucapnya.

Carlson menekankan bahwa Israel tidak sedang berada di Perang Dunia. Penjualan bom sebanyak itu menurutnya hanya akan memperparah penderitaan rakyat Palestina.

"Sulit untuk melebih-lebihkan skala kejahatan yang dilakukan pemerintah Israel di Gaza," tulisnya di X.

Senator Demokrat Chris Van Hollen sementara itu berjanji akan menentang penjualan tersebut.

"Ini bukan mengutamakan kepentingan rakyat Amerika," kata Van Hollen.

"Kami akan berupaya untuk menghentikannya."

Rencana penjualan ini mencuat ketika jumlah korban tewas di Gaza dilaporkan lebih dari 73.000 jiwa. Penyelidikan PBB telah menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza.

(blq/rds)
placeholder