Trump Ancam Tutup Kennedy Center jika Namanya Dihapus

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 21:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menutup Kennedy Center selamanya jika namanya dihapus dari gedung pusat seni tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menutup Kennedy Center selamanya jika namanya dihapus dari gedung pusat seni tersebut. (Getty Images via AFP/TASOS KATOPODIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menutup Kennedy Center selamanya jika namanya dihapus dari gedung pusat seni tersebut.

Trump menyampaikan ancaman itu pada Selasa (15/9), beberapa jam setelah hakim federal memutuskan bahwa namanya tidak boleh dipasang pada fasad atau bagian depan Kennedy Center di Washington.

Trump mengatakan dewan direksi yang ia pilih sendiri telah memutuskan "hampir secara bulat" untuk menutup pusat seni tersebut. Penutupan dilakukan dengan alasan renovasi darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Trump mengatakan renovasi "sangat besar dan kompleks" itu tidak akan dimulai sebelum pengadilan yang lebih tinggi memutuskan apakah Kennedy Center dapat menggunakan namanya.

"Jika putusannya negatif-yang seharusnya tidak terjadi-dan tidak dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS, rekonstruksi dan renovasi Kennedy Center tidak akan dilaksanakan," tulis Trump di media sosial Truth Social.

Pihak Kennedy Center mengatakan keputusan dewan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung dan pekerja.

"Keputusan dewan mencerminkan penilaian yang bijaksana dan prioritas yang jelas terhadap keselamatan di atas segalanya," kata Kennedy Center dalam pernyataan kepada AFP.

Trump mengambil alih kepemimpinan Kennedy Center tidak lama setelah memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden. Ia menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua lembaga tersebut.

Kennedy Center sebelumnya didirikan untuk menghormati mendiang Presiden John F Kennedy, politikus Partai Demokrat yang memperjuangkan hak-hak sipil sebelum dibunuh pada 1963.

Pada Desember lalu, dewan pengurus memutuskan mengubah nama lembaga tersebut menjadi "Trump-Kennedy Center". Papan nama yang mencantumkan nama Trump kemudian dipasang di gedung tersebut.

Namun, langkah itu mendapat gugatan. Hakim federal AS Christopher Cooper sebelumnya memerintahkan agar nama Trump dihapus dari bagian luar gedung dan membatalkan keputusan dewan untuk mengganti nama Kennedy Center.

Pada Selasa (15/9), Cooper kembali memutuskan bahwa nama Trump tidak boleh dipasang. Ia juga menegur Kennedy Center karena dianggap mencoba mengabaikan perintah pengadilan sebelumnya.

"Sederhananya," tulis Cooper dalam putusannya, dewan "tidak dapat memasang monumen untuk Presiden Trump atau siapa pun atau apa pun di Kennedy Center tanpa persetujuan Kongres."

Trump soroti kondisi gedung

Trump dan para pemimpin Kennedy Center yang ditunjuknya menyebut kondisi gedung utama yang dibangun pada 1960-an itu sudah memburuk dan dapat membahayakan pengunjung.

Trump menyoroti insiden ketika sebagian langit-langit gedung jatuh ke tanah setelah diterjang badai.

"Jika gedung itu dibuka, orang-orang tak bersalah pasti akan tewas," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social sebelum putusan hakim.

Bulan lalu, pemerintahan Trump juga memperingatkan bahwa Kennedy Center mungkin harus dibongkar jika rencana renovasi gedung tersebut tidak dapat dilaksanakan.

Sebelumnya pada Selasa (15/9), Trump bahkan menelepon rapat dewan dan memarahi seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat yang menjadi anggota dewan. Anggota Kongres tersebut merupakan salah satu pihak yang mengajukan gugatan untuk menghalangi perubahan nama Kennedy Center, demikian laporan CNN.

Pengambilalihan Kennedy Center menjadi salah satu upaya Trump untuk menanamkan namanya di berbagai proyek di ibu kota AS.

Proyek lain yang dikaitkan dengan upaya tersebut antara lain pembangunan gapura kemenangan dan ruang serbaguna senilai US$500 juta di kompleks Gedung Putih.

Para pekerja sebenarnya telah menghapus nama Trump dari gedung Kennedy Center pada Juni. Namun, perancah dan terpal masih terpasang hingga kini.

Bulan lalu, dewan juga melanjutkan rencana pemasangan papan nama baru yang bertuliskan "direnovasi dan dipulihkan oleh Presiden Donald J. Trump".

Cooper menilai rencana tersebut melanggar putusan pengadilan sebelumnya.

Di tengah perselisihan tersebut, sejumlah seniman membatalkan konser mereka di Kennedy Center sebagai bentuk protes terhadap pengambilalihan lembaga tersebut oleh Trump.

Media AS juga melaporkan penjualan tiket Kennedy Center mengalami penurunan.

(mge/bac)
placeholder