Saudi Cegat Drone Houthi di Dekat Mekkah sampai KBRI Rilis Imbauan

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 08:30 WIB
Muslims perform late night prayers at the Grand Mosque during the Muslim holy fasting month of Ramadan in the holy city of Mecca, Saudi Arabia, March 21, 2025. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MAND
Arab Saudi menembak jatuh sebuah drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi Houthi Yaman di dekat Kota Mekkah, Selasa (15/9) lalu. (Foto: via REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi menembak jatuh sebuah drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi Houthi Yaman di dekat Kota Mekkah, Selasa (15/9) lalu.

Juru bicara pasukan koalisi Yaman pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, mengatakan drone tersebut diintersepsi sekitar pukul 18.50 waktu setempat, dan puing-puingnya jatuh di selatan kota suci Mekkah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al Maliki berujar insiden ini merupakan upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah, setelah upaya pertama dilakukan pada 27 Juli 2017.

Al Maliki menegaskan keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah "garis merah". Pihaknya bersumpah akan mengambil sejumlah langkah guna mencegah serangan lebih lanjut.

Dilansir dari Anadolu Agency, peristiwa ini terjadi setelah Saudi mengeluarkan peringatan darurat terhadap Kota Jeddah, Mekkah, dan Taif pada Selasa dan mendesak warga mencari tempat berlindung serta mengikuti instruksi keselamatan resmi.

Warga diimbau berada di dalam gedung atau ruangan yang jauh dari area terbuka, serta tetap berada di sana hingga bahaya berlalu.

Para pengendara yang menerima notifikasi peringatan juga diinstruksikan menepi jauh dari jembatan dan gedung-gedung tinggi. Masyarakat dilarang berkerumun dan mengambil foto/video di lokasi berbahaya.

Pada Senin (14/9), koalisi pimpinan Saudi melaporkan bahwa 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal dan pesawat nirawak di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Tujuh rumah serta dua kendaraan rusak dalam peristiwa tersebut.

Konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi pecah sejak Juli lalu dan memanas dalam beberapa waktu terakhir. Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap kota-kota dan infrastruktur Saudi sebagai balasan atas serangan di bandara ibu kota Sanaa, Yaman, pada 13 Juli.

Instruksi KBRI Riyadh ke WNI

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi, jika menerima pesan peringatan darurat dari otoritas Saudi.

"Jika Anda Menerima Pesan Peringatan Darurat: Tetap tenang dan ikuti instruksi resmi dalam pesan. Segera menuju tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela," demikian imbauan yang diunggah di Instagram Story KBRI RIyadh @indonesiainriyadh.

KBRI juga meminta WNI untuk menghindari area terbuka, balkon, atau atap bangunan. "Jika berada di luar, masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di tempat yang kokoh," lanjut mereka.

Selain itu, WNI juga diimbau menghindari kerumunan, menghindari mengambil foto atau video di lokasi berbahaya, dan jika menerima pesan saat berkendara segera menepi ke sisi jalan.

"Hindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi," lanjut keteranganKBRIRiyadh.

(blq/rds)
placeholder