Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi, jika menerima pesan peringatan darurat dari otoritas Saudi.
Imbauan ini muncul usai otoritas Saudi mengeluarkan peringatan ancaman serangan terhadap tujuh kota pada Senin (14/9) hingga hari ini Selasa (15/9), di tengah eskalasi serangan yang diluncurkan milisi Houthi Yaman,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda Menerima Pesan Peringatan Darurat: Tetap tenang dan ikuti instruksi resmi dalam pesan. Segera menuju tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela," demikian imbauan yang diunggah di Instagram Story KBRI RIyadh @indonesiainriyadh.
KBRI juga meminta WNI untuk menghindari area terbuka, balkon, atau atap bangunan. "Jika berada di luar, masuk ke bangunan terdekat atau berlindung di tempat yang kokoh," lanjut mereka.
Selain itu, WNI juga diimbau menghindari kerumunan, menghindari mengambil foto atau video di lokasi berbahaya, dan jika menerima pesan saat berkendara segera menepi ke sisi jalan.
"Hindari berhenti di dekat jembatan atau bangunan tinggi," lanjut keterangan KBRI Riyadh.
KBRI juga mengimbau para WNI menghubungi 911 atau 998 jika melihat atau mengalami situasi berbahaya. Nomor 911 untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Provinsi di bagian timur, sementara 998 untuk wilayah lain di Saudi.
Pada hari ini, Pertahanan Sipil Saudi melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat merilis peringatan darurat karena ada "potensi bahaya." Kota-kota tersebut yakni, Jeddah, Mekkah, dan Taif.
Otoritas Saudi tak merinci sifat potensi bahaya itu. Mereka hanya meminta warga untuk mencari tempat perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan resmi.
Peringatan itu muncul saat Saudi dan Houthi saling gempur. Mereka juga saling menyerang infrastruktur seperti bandara hingga gudang senjata.
Terbaru, Houthi menggempur salah satu pangkalan udara Saudi menggunakan drone dan rudal balistik. Operasi ini menyebabkan 13 orang terluka dan sejumlah rumah hancur. Riyadh bersumpah bakal membalas serangan tersebut.
(isa/dna)


