Arab Saudi pada Selasa (14/9) tiba-tiba merilis peringatan singkat soal ancaman serangan di sejumlah wilayah di Kota Mekkah, Jeddah, hingga Taif.
Peringatan tersebut muncul di tengah serangkaian serangan yang menargetkan kerajaan Saudi oleh kelompok Houthi, proksi Iran, dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut otoritas Pertahanan Sipil Saudi, peringatan itu segera dicabut tidak lama kemudian. Itu merupakan peringatan pertama yang dikeluarkan untuk Mekkah sejak konflik di Timur Tengah berawal.
Peringatan dari Pertahanan Sipil Saudi muncul sehari setelah serangkaian serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Yaman melukai 13 orang di wilayah selatan kerajaan tersebut.
Sebelumnya, Houthi mengeklaim menyerang pangkalan udara Arab Saudi, King Khalid, di Kota Khamis Mushait, pada Senin (14/9), dikutip dari AFP.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan itu diluncurkan dalam skala besar, yakni dengan puluhan rudal balistik dan drone.
Saree berujar serangan tersebut menargetkan hanggar pesawat, radar, landasan pacu, gudang amunisi, dan fasilitas militer lain. Menurutnya, Saudi mengalami "kerugian signifikan" dalam serangan ini.
Houthi menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan udara Saudi di Yaman. Houthi menuduh Saudi telah meluncurkan lebih dari 300 serangan di beberapa provinsi Yaman selama lima hari terakhir.
Belum ada konfirmasi langsung dari Saudi terkait klaim kerusakan Houthi di pangkalan tersebut.
Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan di Khamis Mushait, namun kemudian menyatakan bahwa "bahaya telah berlalu".
(bac)

