Korea Utara telah menggelar simulasi tembak menembak yang melibatkan artileri jarak jauh dan rudal, di saat upaya Korea Selatan untuk berdialog hingga niat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bertemu lagi Kim Jong Un.
Pada Senin (14/9), Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan latihan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9) dan melibatkan unit gabungan dari berbagai tingkatan Tentara Rakyat Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea Selatan sebelumnya melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik pada Sabtu dari wilayah Wonsan ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Dikutip AFP, uji coba tersebut terjadi sehari setelah Korea Selatan mengakhiri latihan maritim gabungan selama lima hari bersama Amerika Serikat dan Jepang yang berfokus pada Korea Utara.
Laporan KCNA tidak menyebutkan lokasi latihan, tetapi mengatakan bahwa latihan tersebut menggunakan "sistem tempur baru seperti berbagai jenis drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket multipel kaliber besar bertekanan termal, serta rudal balistik taktis."
Senjata-senjata tersebut "menunjukkan daya hancur luar biasa dari tembakan terkonsentrasi dengan menghantam sasaran dengan tingkat akurasi 100 persen," kata KCNA.
(rds)
